Kumparan Logo

Istilah Parenting: Tantrum pada Anak, Apa Maksudnya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Istilah Parenting: Tantrum pada Anak, Apa Maksudnya? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Istilah Parenting: Tantrum pada Anak, Apa Maksudnya? Foto: Shutterstock

Saat anak memasuki usia balita, ada beberapa tantangan yang mungkin akan dihadapi orang tua. Mulai dari si kecil yang sedang aktif-aktifnya bereksplorasi, hingga bagaimana caranya ia belajar meluapkan emosi.

Ya Moms, di fase tersebut, anak juga bisa mengalami tantrum. Apakah Anda sudah paham dengan istilah itu, Moms?

Istilah Tantrum pada Anak

Ilustrasi anak sedang tantrum. Foto: Shutterstock

Tantrum adalah istilah yang menggambarkan letupan kemarahan anak atau sering disebut dengan anak mengamuk. Saat mengalami tantrum, anak biasanya sampai menangis, menjerit, memukul, melempar barang, berguling-guling, hingga tidak mau beranjak dari suatu tempat karena terlalu marah.

Tantrum bisa terjadi saat anak mulai memasuki usia 15 bulan, tetapi kondisi ini paling sering terjadi antara usia dua dan empat tahun. Frekuensi tantrum pada setiap anak berbeda-beda, namun pada anak yang aktif dan memiliki kemauan keras, mungkin saja bisa mengalaminya hingga dua kali per minggu, Moms.

Sebenarnya, tantrum adalah ekspresi frustasi anak yang normal karena ketidakmampuannya mengontrol kehidupannya. Tak hanya itu, terkadang anak-anak juga sengaja mengamuk untuk mendapatkan perhatian orang tuanya. Meski begitu, dikutip dari Parents, tantrum ternyata berperan penting untuk melatih kesehatan emosional dan tumbuh kembang si kecil.

Ilustrasi anak menangis. Foto: Shutterstock

Ya Moms, tantrum bisa jadi merupakan pertanda baik karena menjadi cara anak untuk melepaskan stres yang terpendam, membantu anak belajar lebih baik setelah meluapkan emosi, hingga meningkatkan kualitas tidur anak. Oleh karena itu, membiarkan anak meluapkan emosinya saat tantrum adalah cara yang tepat, alih-alih memarahinya.

Saat anak tantrum, merupakan waktu yang tepat bagi Anda untuk menjalin hubungan yang lebih erat dengannya. Misalnya dengan memberikan pelukan hangat yang menenangkan, kemudian dengarkan keluhan dan ceritanya. Setelah anak tenang, orang tua bisa memberikan sedikit nasihat tentang perilaku diterima dan tidak dapat diterima seperti saat si kecil tantrum.