Kumparan Logo

Jadi Mompreneur, Apa Manfaatnya untuk Ibu dan Keluarga?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Mompreneur yang sedang bekerja di rumah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mompreneur yang sedang bekerja di rumah. Foto: Shutterstock

Menjadi mompreneur mungkin jadi salah satu cita-cita para ibu. Ya, dengan menjadi mompreneur, Anda bisa menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga sekaligus pengusaha yang bisa membantu menyokong perekonomian keluarga. Meski terlihat sulit, hal itu bukannya tidak mungkin dilakukan.

Sahabat Ibu Pintar, yakni komunitas parenting dari Blibli.com menggelar Kelas Pintar Vol #5 tentang bagaimana ibu bisa memanfaatkan peluang menjadi mompreneur. Pada acara yang digelar di Kayu Kayu Restaurant, Tangerang Selatan, Minggu (25/8), hadir psikolog dari Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, P.si.

Ia menjelaskan bila seorang ibu memilih menjadi mompreneur ada banyak keuntungan yang didapat. Misalnya saja, ibu bisa lebih fleksibel untuk membagi waktu, kapan mengurus rumah tangga, kapan harus bekerja untuk usahanya.

"Ibu yang menjadi mompreneur tentunya bisa menunjukkan aktualisasi dirinya, membuatnya lebih kreatif dan mandiri. Dan pasti jika ibu membuat sesuatu, ada kepuasan tersendiri kan. Lalu juga sering kali ibu-ibu pasti ingin eksis, dan menjadi mompreneur membuatnya memiliki identitas tersendiri. Terakhir, ibu bisa memanfaatkan banyak kesempatan berbisnis yang tak terpikirkan sebelumnya, lho," kata Orissa.

Psikolog dari Rumah Dandelion, Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, P.si, sedang menjelaskan kiat menjadi Mompreneur dalam acara Kelas Pintar Vol. #5: Mompreneurship – Manfaatkan Peluang dari Daur Ulang, Minggu (25/8) Foto: Blibli.com

Tak hanya memberikan keuntungan untuk keluarga. Dalam sebuah penelitian, kata Orissa, ibu yang menjadi pengusaha ternyata berdampak positif pada anak kelak ketika mereka dewasa. Misalnya, bila ibu memiliki anak laki-laki, sebagian besar ketika sudah berkeluarga juga bisa ikut membantu mengasuh anaknya.

"Nah kalau anak perempuan yang melihat ibunya bekerja, ketika dewasa nanti ia akan cenderung menjadi wanita pekerja, memiliki karier, usaha, dan memiliki pendapatan yang tinggi," ujarnya.

Orissa juga berpendapat, sekarang ini banyak ibu yang memanfaatkan peluang usaha dari industri kreatif. Bagi yang suka memasak, ada yang membuka katering makanan bayi, lalu membuat kerajinan tangan, hingga memanfaatkan barang bekas untuk diubah menjadi barang serbaguna atau yang lebih dikenal dengan green enterpreneurship.

Ya Moms, dalam acara ini juga hadir, Craftter dari Living Loving Miranti Andi Kasim yang mencontohkan dan membantu para peserta untuk membuat kerajinan dari bahan karton bekas. Ia menunjukkan karton-karton bekas yang tak terpakai bisa diubah menjadi pinata berbentuk kue untuk acara ulang tahun anak.

Para peserta Kelas Pintar Vol. #5: Mompreneurship – Manfaatkan Peluang dari Daur Ulang, yang sedang membuat pinata dari bahan kardus, Minggu (25/8) Foto: Blibli.com

Menurut Orissa, memilih menjadi pengusaha dalam bidang daur ulang atau industri kreatif ternyata punya pengaruh positif untuk kesehatan mental ibu, seperti:

1. Hand on activity atau melakukan sesuatu dengan tangan berulang-ulang yang melibatkan gerakan repetitif dan eksplorasi misalnya membuat kerajinan dari daur ulang karton, bisa menghasilkan dopamin, hormon yang membuat orang merasa senang.

2. Menciptakan suatu karya membuat seseorang merasa puas dan memiliki kebanggaan tersendiri karena merasa produktif dan memiliki kendali.

3. Terjun di bidang green enterpreneurship berarti memberikan kontribusi dan mengajarkan anak tentang kelestarian lingkungan hidup.

Nah tertarik untuk menjadi mompreneur, Moms? Selain bisa membantu keluarga, Anda pun mendapat banyak manfaat dari sisi kreativitas dan kesehatan mental.