Kumparan Logo

Jagung untuk Makanan Bayi, Apa Saja Manfaatnya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bubur jagung. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bubur jagung. Foto: Shutter Stock

Ada beragam jenis protein yang dapat Anda olah menjadi makanan bayi. Jagung pun termasuk salah satu sumber protein yang dapat Anda pilih, Moms. Namun, sebelum menghidangkan jagung sebagai makanan bayi atau MPASI, Anda perlu tahu kapan waktu terbaik memberikan jagung untuk si kecil

American Academy for Pediatrics (AAP) sebenarnya memperbolehkan jagung dikenalkan pada anak saat usianya 6 bulan atau sejak bayi mulai mengonsumsi MPASI. Tapi, jika Anda khawatir tekstur jagung masih sulit dicerna anak, Anda dapat memberikannya saat ia berusia 8 bulan.

Bahkan, mengutip laman Wholesome Baby Food, jagung sebaiknya diberikan setelah saat bayi berusia 12 bulan atau 1 tahun ke atas. Salah satu alasannya, karena jagung merupakan makanan yang berpotensi menyebabkan alergi. Alasan lain menyebutkan, jagung berisiko menyebabkan si kecil tersedak dan juga sulit dicerna, Moms.

Oleh karena itu, usia 1 tahun dirasa paling tepat untuk memberikan jagung sebagai makanan bayi karena si kecil sudah bisa mengunyah. Di samping itu, jagung juga punya beragam manfaat untuk tubuh bayi lho, Moms. Berikut kumparanMOM telah merangkumnya untuk Anda.

Manfaat Jagung Bila Diolah Jadi Makanan Bayi

1. Membantu Menambah Berat Badan Bayi

Parenting First Cry melansir, 100 gram jagung mengandung sekitar 350 kalori. Bila berat badan bayi Anda kurang, jagung dapat menjadi salah satu makanan yang dapat membantu menaikkan berat badan si kecil, Moms. Bahkan, bayi dengan berat badan normal pun bisa diberikan jagung untuk menjaga berat badannya hingga Anda berhenti menyusuinya kelak.

2. Mengoptimalkan Perkembangan Otak

Ilustrasi bubur jagung. Foto: Shutter Stock

Jagung kaya akan vitamin B kompleks. Kandungan thiamin yang ada pada jagung bermanfaat untuk mendukung perkembangan saraf dan otak, meningkatkan metabolisme, dan kandungan folat di dalamnya dapat membantu perkembangan sel baru.

3. Fungsi Otot dan Saraf

Jagung mengandung fosfor, kalium, magnesium, dan zat besi. Kandungan fosfornya dapat mendukung kesehatan tulang, sementara kalium dan magnesium diperlukan untuk fungsi otot dan saraf. Zat besi yang ada pada jagung juga dapat meningkatkan perkembangan otak.

kumparan post embed

4. Melindungi Sel Darah

Antioksidan yang terdapat dalam jagung baik untuk melindungi sel dari kerusakan. Selain itu, antioksidan juga dapat mencegah kerusakan jaringan dan DNA dalam tubuh.

5. Melancarkan Pencernaan

Ilustrasi bubur jagung. Foto: Shutter Stock

Serat yang ada di jagung dapat menjadi pencahar yang baik. Apabila bayi Anda sering mengalami masalah sembelit, beberapa produk jagung, seperti biji jagung dan tepung jagung pun dapat mengatasi masalah tersebut, Moms.

6. Meningkatkan Fungsi Mata dan Kulit

Jagung juga kaya akan vitamin A, sumber beta-karoten yang dapat meningkatkan fungsi penglihatan anak lebih baik. Kandungan beta-karotennya pun berperan sebagai antioksidan yang baik untuk kulit bayi.