Jelang Tahun Ajaran Baru, IDAI Imbau Siswa dan Guru untuk Vaksinasi Lengkap
·waktu baca 2 menit

Menjelang tahun ajaran baru 2022/2023, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi terbaru mengenai Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu terkait dengan situasi terkini dari pandemi COVID-19 dan penyakit menular lainnya yang rentan dialami oleh anak.
Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 dianggap lebih menular dibanding varian lainnya, khususnya pada bayi dan anak. Bahkan, subvarian Omicron tersebut berpotensi menimbulkan gelombang kasus berikutnya.
“Data terkini menunjukkan adanya peningkatan kasus COVID-19 pada bayi dan anak yang membutuhkan perawatan. Selain itu, juga ada peningkatan kasus Multisystem Inflammatory System in Children (MIS-C) dan potensi kasus Long COVID-19 pada anak di Indonesia,” jelas dr. Piprim dalam rilis yang diterima oleh kumparanMOM.
Selain itu, IDAI juga menyoroti liburan panjang dan kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan. Pelonggaran PPKM di beberapa daerah membuat orang tua mengajak anaknya untuk liburan dan berkunjung ke luar kota. Sehingga, IDAI berharap pemerintah kembali meningkatkan 3T (testing, tracing, dan treatment) dan menampilkan data COVID-19 terkini, terutama pada usia bayi dan anak.
IDAI Imbau Siswa dan Guru untuk Vaksinasi Lengkap Jelang Tahun Ajaran Baru
Sebagai langkah pencegahan penularan COVID-19 di sekolah, IDAI mengimbau siswa dan guru untuk segera vaksinasi lengkap dan booster menjelang tahun ajaran baru ini. IDAI juga meminta pihak sekolah, dinas pendidikan, dan pemerintah daerah setempat berkoordinasi dengan orang tua dan dinas kesehatan untuk memastikan keamanan dan keselamatan anak saat PTM.
Selain vaksin COVID-19, IDAI juga mengingatkan orang tua untuk memastikan anaknya mendapatkan imunisasi dasar lengkap melalui program Bulan Imunisasi Anak Nasional pada Agustus mendatang.
Di samping itu, IDAI juga menekankan bahwa keputusan PTM harus memperhatikan perkembangan kasus COVID-19 di sekolah dan daerah setempat demi mencegah terjadinya gelombang kasus berikutnya.
