Kumparan Logo

Kacang Bisa Tingkatkan Produksi ASI, Mitos atau Fakta?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Getty Images

Kualitas dan kuantitas ASI tergantung pada asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu menyusui setiap harinya. Oleh karenanya, konsumsi makanan bergizi tinggi sangat penting bagi ibu menyusui untuk mendukung produksi ASI.

Produksi ASI yang lancar akan memastikan kebutuhan nutrisi bayi juga tercukupi. Dengan demikian, si kecil bisa tumbuh dan berkembang dengan sehat serta optimal, Moms.

Kacang-kacangan menjadi salah satu bahan makanan yang bermanfaat jika dikonsumsi selama menyusui. Bahkan, kabarnya kacang bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Benarkah demikian?

Mitos atau Fakta Kacang Bisa Tingkatkan Produksi ASI?

Benarkah kacang bisa tingkatkan produksi ASI? Foto: Shutterstock

Jawabannya, fakta ya, Moms. Dikutip dari Practical Parenting, kacang dikenal sebagai salah satu alergen potensial –terutama jika dikonsumsi ibu menyusui, sehingga bisa meningkatkan risiko alergi pada bayi ASI. Di sisi lain, kacang-kacangan juga memiliki banyak manfaat bagi ibu menyusui, salah satunya untuk meningkatkan produksi ASI.

Kacang merupakan sumber protein tinggi, serat makanan, lemak tak jenuh, omega-3, dan vitamin E, yang semuanya baik untuk mendukung suplai ASI, kesehatan ibu, serta tumbuh kembang bayi. Selain itu, kebanyakan kacang juga non-kolesterol sehingga aman dikonsumsi ibu menyusui.

Tak hanya itu, American Academy of Pediatrics (AAP) juga menyarankan agar ibu menyusui mengkonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, susu, dan biji-bijian termasuk kacang ke dalam makanan sehari-hari mereka agar produksi ASI lancar.

Ilustrasi bayi alergi Foto: Shutterstock

Namun berbicara soal kemungkinan alergi memang bisa saja terjadi, Moms. Bayi berisiko mengalami alergi jika ibu menyusui dengan riwayat alergi makanan lain mengkonsumsi kacang. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menghindari kacang bila Anda memiliki kecenderungan alergi terhadap makanan.

Mengutip Mom Junction, bayi yang alergi akan menunjukkan beberapa gejala umum beberapa saat setelah menyusu seperti, ruam kulit, masalah pernapasan, sakit perut, hingga tinja keras yang disertai bercak darah. Segeralah bawa bayi ke dokter jika ia mengalami gejala tersebut.

Kendati demikian, sebelum ibu khawatir akan risiko alergi, ada penelitian menunjukkan, konsumsi kacang saat hamil dan selama menyusui dapat menurunkan risiko alergi pada bayi sejak di dalam kandungan. Artinya, jika Anda tidak memiliki riwayat alergi, maka konsumsi kacang selama menyusui bisa mendatangkan manfaat termasuk meningkatkan produksi ASI, Moms.

kumparan post embed