Kaldu Rasa Jamur Ternyata Bisa Mengandung Natrium Lebih Tinggi daripada MSG

Kaldu rasa jamur sering menjadi pilihan penyedap masakan karena dianggap lebih sehat dan berbahan dasar alami. Namun, orang tua perlu mengetahui bahwa kaldu rasa jamur tidak selalu memiliki kandungan natrium lebih rendah daripada monosodium glutamat (MSG).
Ya, Moms, Dokter spesialis gizi klinis, Dr. dr. Luciana B. Sutanto, MS, Sp.GK, Subsp.PK, menjelaskan bahwa kandungan natrium dalam kaldu rasa jamur dapat lebih tinggi dibandingkan MSG.
“Kaldu (rasa) jamur mengandung 130–230 mg natrium per gram, sedangkan MSG sekitar 123 mg. Keduanya boleh digunakan sebagai penyedap, tapi perhatikan jumlahnya,” jelas dr. Luciana pada kumparanMOM, Kamis (15/10).
Berapa Batas Asupan Natrium Harian untuk Anak dan Orang Dewasa?
Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), orang dewasa dianjurkan mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium per hari. Sementara itu, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, kebutuhan natrium anak usia 1–2 tahun adalah 800 mg per hari.
Asupan natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit ginjal, penyakit kardiovaskular, hingga stroke. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan total asupan natrium anak dari makanan dan minuman sehari-hari.
Tips Memilih Penyedap Masakan untuk Anak
Agar asupan natrium keluarga tetap terjaga, orang tua bisa menerapkan beberapa hal berikut:
Periksa label kandungan natrium pada kemasan kaldu rasa jamur maupun MSG.
Perhatikan jumlah natrium per sajian dan ukuran sajinya.
Gunakan penyedap secukupnya saat memasak.
Batasi penggunaan garam dan penyedap secara bersamaan agar asupan natrium tidak berlebihan.
Jadi, kaldu rasa jamur tidak otomatis lebih sehat hanya karena menggunakan bahan dasar jamur atau perisa jamur. Baik kaldu rasa jamur maupun MSG perlu digunakan secara bijak dengan memperhatikan kandungan natrium dan kebutuhan harian keluarga.
