Kapan Bayi Bisa Bermimpi saat Tidur?
·waktu baca 2 menit

Bayi yang tidur dengan lelap dan damai menjadi pemandangan menghangatkan bagi orang tua. Namun, tidak jarang juga bayi tampak gelisah dan tidak tenang di dalam tidurnya, seperti sedang mengigau karena bermimpi.
Hal ini tentu membuat ibu dan ayah penasaran apakah bayi benar-benar bermimpi saat tidur, atau gerakannya menunjukkan kondisi lain yang perlu dikhawatirkn.
Bisakah Bayi Bermimpi saat Tidur?
Visual di dalam mimpi sering terjadi dari orang-orang dan situasi yang kita temui pada hari sebelumnya karena otak memproses informasi tersebut. Artinya, anak harus membayangkan kembali situasi yang sama untuk menstimulasi otaknya saat tidur, namun hal ini merupakan kemampuan yang sulit bagi bayi.
“Menurut berbagai teori ilmuwan saraf otak bayi tidak memiliki kematangan dan pengalaman untuk menyulap mimpi,” jelas psikolog dan pakar tidur anak, David Foulkes, seperti dikutip dari Very Well Family.
David menambahkan, bayi memiliki kemampuan untuk memahami dunia di sekitarnya dengan cara yang berbeda dari orang dewasa, karena fungsi otaknya masih dalam masa perkembangan untuk mencapai tingkat optimal. Sehingga, kebanyakan bayi belum mempunyai kemampuan untuk bermimpi, Moms.
Kendati demikian, memang tidak ada jawaban pasti terkait kapan si kecil mulai bisa bermimpi, apakah sejak bayi atau ketika ia mulai beranjak besar. Sebab, para ilmuwan percaya bahwa anak-anak tidak akan bermimpi sampai mereka memiliki pemahaman yang lebih jelas dan luas tentang dunia di sekitarnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh pakar perkembangan anak, Dr. Harvey Karp yang mengatakan bahwa bayi tidak bermimpi karena kemampuan otaknya belum memungkinannya. Tapi, menurutnya, anak mungkin baru bisa bermimpi dan menyimpannya di dalam memori sejak usia 2 tahun seperti dikutip dari Happiest Baby.
Lantas, kenapa ada bayi yang tidurnya tampak gelisah atau tiba-tiba tersenyum?
Ya Moms, wajar saja bila Anda bertanya-tanya tentang apa yang terjadi di pikiran bayi saat ia tidur. Apalagi, bayi akan menghabiskan waktunya untuk tidur lebih lama sekitar 12-16 jam per hari di awal kehidupannya. Sehingga, potensi bayi untuk bermimpi sepanjang waktu itu sangat mungkin.
Ibu dan ayah mungkin melihat mata bayi bergerak, anggota badannya berkedut atau menyentak, mulutnya bergerak seperti mengisap, atau bibirnya yang membentuk senyuman dan kekehan kecil saat tidur. Ini mungkin bukanlah mimpi, tetapi, bagian dari perkembangan normal bayi yang terjadi ketika ia tertidur.
Semua gerakan bayi yang tampak seperti sedang mengigau karena mimpi bisa jadi adalah refleks alami yang dibawanya sejak baru lahir. Meski tampak aneh dan mengkhawatirkan bagi beberapa orang tua, namun percayalah, si kecil sedang berusaha mencapai tonggak perkembangan baru, Moms.
