Kapan Ibu Hamil Perlu Bed Rest?

Sebagian ibu hamil ada yang dianjurkan untuk bed rest selama beberapa waktu saat masa kehamilannya oleh dokter.
Pada saat bed rest, calon ibu memang diwajibkan untuk beristirahat lebih banyak serta mengurangi aktivitas sehari-hari.
Namun bed rest bukan berarti Anda hanya boleh menghabiskan waktu di atas tempat tidur seharian saja.
Lamanya waktu bed rest bervariasi, bisa mulai dari satu bulan. Itu tergantung dari diagnosis dokter terhadap kondisi dan penyakit yang dihadapi calon ibu.
Dikutip dari laman Boldsky, berikut beberapa kondisi ibu hamil yang mungkin dokter anjurkan untuk bed rest:
1. Preeklampsia

Preeklampsia adalah sebuah sindrom yang ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi saat hamil. Kondisi ini juga biasanya disebut sebagai toxemia. Tanda-tanda lainnya adalah ibu memiliki kelebihan protein di dalam urin, dan adanya pembengkakkan di kaki, tangan dan wajah.
2. Memiliki Masalah dengan Serviks
Jika calon ibu mengalami penipisan serviks, atau serviks inkompeten (pembukaan serviks sebelum waktu kelahiran), maka dokter akan menyarankan istirahat lebih banyak atau bed rest.
3. Mengalami Pendarahan

Pendarahan selama kehamilan bisa menjadi tanda plasenta pervia. Jika ini terjadi dalam tiga bulan pertama, calon ibu berpotensi mengalami keguguran. Tapi jika mengalami pendarahan pada trimester kedua, maka dokter akan menyarankan Anda untuk bed rest di rumah.
4. Risiko Melahirkan Prematur
Jika Anda berada dalam kategori kehamilan berisiko yakni berpotensi melakukan persalinan prematur, maka Anda akan disarankan untuk bed rest demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.
5. Hamil Bayi Kembar

Saat ibu hamil kembar, energi yang dimiliki akan terkuras lebih banyak ketimbang hamil anak tunggal. Jika Anda memiliki kondisi tubuh yang lemah, maka Anda dianjurkan untuk bed rest.
