Kumparan Logo

Kapan Pengentalan Darah saat Hamil Jadi Berbahaya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil alami pengentalan darah. Foto: Syda Productions/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil alami pengentalan darah. Foto: Syda Productions/kumparan

Ada banyak kondisi yang normal terjadi saat hamil. Sebut saja kemunculan stretch mark, wajah berubah jadi kusam, pengapuran plasenta, hingga pengentalan darah selama kehamilan.

Ya Moms, pengentalan darah sangat umum dan terjadi pada semua ibu hamil. Darah yang mengental selama kehamilan merupakan respons alami tubuh ibu untuk melindungi diri dari risiko pendarahan saat melahirkan nanti. Meski begitu, kondisi pengentalan darah yang dalam dunia medis disebut hiperkoagulasi ini juga bisa membahayakan ibu hamil dan bayi di dalam kandungan.

Benarkah demikian?

Bahaya Pengentalan Darah saat Hamil bagi Ibu dan Bayi di Dalam Kandungan

ilustrasi ibu hamil sakit. Foto: Shutterstock

Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andry, Sp.OG, pengentalan darah yang parah selama kehamilan bisa menyebabkan komplikasi berbahaya. Ya Moms, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan darah tidak hanya mengental tapi juga membeku dan menggumpal, sehingga dapat menimbulkan sumbatan di dalam pembuluh darah ibu hamil.

“Bagi ibu, risiko pengentalan darah saat hamil antara lain terjadinya trombosis vena dalam (deep vein thrombosis, DVT), emboli paru, bengkak, dan nyeri pada anggota gerak yang terkena, hingga masalah pada saraf apabila mengenai otak,” jelas dr. Andry pada kumparanMOM (25/5).

Sedangkan bagi bayi, risikonya bisa lahir prematur dan mengalami anemia, hingga risiko lahir mati. Oleh sebab itu, kondisi pengentalan darah saat hamil perlu Anda waspadai, Moms.

kumparan post embed

Sayangnya, karena ini merupakan hal normal, hiperkoagulasi saat hamil sering kali tidak menimbulkan gejala yang signifikan ketika berubah menjadi kondisi yang lebih parah. Meski begitu, dr. Andry tetap mengimbau beberapa hal yang mungkin mengindikasikan pengentalan darah saat hamil menjadi lebih buruk.

“Gejala pengentalan darah sendiri bervariasi dari tidak bergejala, gejala ringan seperti, sakit kepala, mual, muntah, bengkak anggota gerak, sampai gejala berat seperti, gangguan persarafan, sesak napas, batuk darah, sampai kepada kematian,” pungkas dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah –Puri Indah dan Bintaro Jaya itu.