Kumparan Logo

Kapan Sebaiknya Anak Laki-laki Sunat?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sunat anak laki-laki. Foto: Shutterstock

Bagi orang tua yang memiliki anak laki-laki, salah satu yang sering jadi bahan pertimbangan adalah kapan sebaiknya anak sunat. Ya Moms, waktu untuk melakukan sunat anak sering kali membuat orang tua bingung.

Apakah sebaiknya saat anak balita, usia SD, atau justru saat masih bayi? Apa saja pertimbangan yang perlu dipikirkan dan apa pula risiko yang akan terjadi?

Nah Moms, agar tidak bingung, yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Usia Berapa Sebaiknya Anak Laki-laki Sunat?

Ilustrasi sunat pada bayi Foto: Shutterstock

Kids Health melansir, dalam kondisi bayi sehat, sunat bisa dilakukan kapan saja setelah lahir, bahkan di 48 jam pertama. Hal senada juga dikatakan dokter spesialis bedah saraf sekaligus pemilik Rumah Sunat dr. Mahdian.

"Sebaiknya (sunat dilakukan) sebelum bayi berumur 40 hari. Kalau masih kecil pembuluh darahnya juga masih kecil-kecil, sehingga sangat kecil risiko perdarahan dan tentunya lebih cepat proses penyembuhannya karena regenerasi selnya sangat cepat," ujar dr. Mahdian kepada kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Selain itu, di usia yang sangat muda, kemampuan bayi belum banyak. Ia bahkan belum bisa berguling sehingga proses penyembuhannya juga lebih cepat karena tidak banyak gesekan yang terjadi usai penis disunat. Dari segi psikologis anak juga jadi tidak trauma karena tidak mengingat proses sunat yang dialami.

Sementara jika sunat saat balita, anak sedang aktif-aktifnya dan proses pemulihannya bisa lebih menantang. Misalnya anak penasaran dengan kondisi penisnya, atau klem yang menempel di penis, lalu ditarik-tarik sehingga berisiko infeksi dan membuat proses pemulihan jadi lebih lama.

Manfaat Sunat untuk Anak Laki-laki

Kids Health membeberkan beberapa manfaat kesehatan bagi anak laki-laki yang disunat:

  • Lebih tidak berisiko mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK), terutama pada tahun pertama kehidupan.

  • Terhindar dari risiko iritasi, peradangan , atau infeksi pada penis, karena lebih mudah menjaga kebersihan penis yang disunat

  • Lebih tidak berisiko tertular HIV atau penyakit menular seksual lainnya saat dewasa.

  • Lebih tidak berisiko mengalami kanker penis. Namun untuk poin ini masih butuh penelitian lebih lanjut apakah karena perawatan penis yang baik atau karena sudah disunat.