Kapan Suara Detak Jantung Janin Mulai Terdengar?

9 Januari 2023 14:32
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi detak jantung janin. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi detak jantung janin. Foto: Shutter Stock
Salah satu hal yang diidam-idamkan ibu hamil adalah mendengar suara detak jantung janin. Ya Moms, suara detak jantung itu bisa menimbulkan rasa haru dan bahagia karena bisa menjadi tanda bahwa janin berkembang dengan baik.
Untuk mendeteksi detak jantung janin, dokter akan melakukan pemindaian atau pemeriksaan USG pada ibu hamil. Lantas, usia berapa suara detak jantung janin bisa terdengar?

Usia yang Tepat Suara Detak Jantung Janin Mulai Terdengar

Ilustrasi ibu hamil dan keluarga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil dan keluarga. Foto: Shutterstock
Mengutip Medical News Today, jaringan jantung janin mulai berdenyut pada usia 5-6 minggu kehamilan. Namun pada usia tersebut, sebenarnya jantung janin belum berkembang sempurna, Moms.
Jantung janin sepenuhnya akan berkembang pada minggu ke-10. Kontraksi jantung pun umumnya sudah bisa didengar menggunakan alat doppler. Akan tetapi, tidak semua telinga ibu hamil bisa mendengar detak jantung sedini itu. Bisa karena disebabkan oleh posisi janin atau kesalahan perhitungan tanggal hari perkiraan lahir (HPL).
Selanjutnya, pada minggu ke 18 dan 22 kehamilan, dokter akan memeriksa kelengkapan anatomi janin, salah satunya adalah jantung. Detak jantung janin pun berubah seiring perkembangannya. Umumnya, frekuensinya mencapai 110-160 denyut per menit.
Pada usia ini, detak jantung janin sudah dapat didengar tanpa menggunakan alat doppler, cukup dengan stetoskop biasa.
Ibu hamil periksa ke dokter kandungan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil periksa ke dokter kandungan. Foto: Shutterstock
Deteksi suara detak jantung janin sebenarnya bisa dilakukan dengan dua cara lain, yakni USG transvaginal dan USG transabdomen. Pemeriksaan dengan USG transvaginal biasanya dilakukan pada tahap kehamilan atau sebelum minggu ke-11, sementara USG transabdomen biasanya dilakukan pada trimester kedua dan ketiga.
Sehingga, dalam kebanyakan kasus, dokter biasanya akan merekomendasikan pemindaian paling cepat dilakukan pada minggu ke-6. Hal ini dilakukan agar bisa dirangkaikan dengan pemeriksaan kehamilan di trimester satu, antara lain:
  • Memastikan usia kehamilan.
  • Mengetahui dugaan kehamilan ektopik.
  • Mengevaluasi rasa nyeri yang terjadi.
  • Mengetahui jumlah janin.
  • Mencari dan melepas alat kontrasepsi.