Kumparan Logo

Kata Ahli soal Fakta seputar Minat Anak yang Perlu Orang Tua Pahami

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak dan orang tua membaca bersama. Foto: LightField Studios/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan orang tua membaca bersama. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Orang tua mana yang tak ingin melihat kesuksesan anaknya di masa depan. Ya Moms, salah satu cara untuk mendukung kesuksesan anak dengan dengan membantu si kecil mengasah minatnya.

Minat merupakan kesukaan anak terhadap sesuatu, baik berupa benda maupun aktivitas. Minat ini dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti pengaruh orang tua, lingkungan pertemanan, hingga media yang dilihat anak.

Selain itu, menurut psikolog anak Saskhya Aulia Prima, M.Psi, minat anak bisa menjadi salah satu kunci untuk keberhasilan karier di masa depan.

“Salah satu penelitian di tahun 2014 bilang bahwa 83 persen minat ini menyumbangkan prediksi dari gaji yang akan didapat melebihi dari kemampuan mereka,” jelasnya dalam talkshow bertajuk “Mempersiapkan Si Kecil Meraih Mimpi” yang diadakan secara daring pada Kamis (23/6) oleh Lazada, bekerjasama dengan Babyologist.

Nah Moms, ada beberapa fakta yang perlu Anda ketahui tentang minat anak agar dapat memberikan dukungan yang optimal pada si kecil.

Fakta seputar Minat Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

Ilustrasi anak belajar. Foto: Shutter Stock

1. Anak Terus Bereksplorasi Temukan Minatnya sampai Usia 14 Tahun

Menurut Saskhya, anak akan terus bereksplorasi dalam berbagai hal setidaknya sampai ia berusia 14 tahun.

“Mungkin ada satu-dua anak atau beberapa yang kelihatan banget dari kecil bakatnya hal-hal tertentu, biasanya turunan. Tapi ada juga yang mereka tahapnya masih eksplorasi banget,” kata Saskhya.

Jika orang tua ingin mendaftarkan anak untuk mengikuti tes minat bakat, Saskhya menyarankan untuk melakukannya saat si kecil berusia 14 – 15 tahun. Pada usia tersebut, anak umumnya sudah memiliki minat dan bakat yang jelas.

2. Anak Perlu Mencoba Berbagai Macam Kegiatan

Memvariasikan kegiatan anak dapat membantunya untuk bereksplorasi dan menemukan minatnya. Hal itu bermanfaat untuk tumbuh kembang si kecil, terutama untuk perkembangan otak.

“Jadi prinsip otak supaya optimal adalah bukan cuma kita fokus ke satu hal yang kita mau anak kita bisa, tapi kita kasih dia exposure ke semuanya,” jelas Saskhya.

3. Jangan Paksa Anak untuk Fokus Hanya pada Satu Hal

Perlu dipahami bahwa perjalanan anak masih panjang untuk menetapkan jalur kariernya. Untuk itu, sebaiknya orang tua tidak terlalu memaksa anak untuk fokus pada satu hal. Saskhya juga mengajak orang tua untuk terus mengikuti perkembangan zaman, memahami kebutuhan anak, dan membantunya untuk mengembangkan minatnya.

kumparan post embed