Kumparan Logo

Yang Bisa Orang Tua Lakukan untuk Bantu Anak Meraih Cita-cita

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak belajar bersama orang tua. Foto: LightField Studios/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak belajar bersama orang tua. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Setiap anak perlu punya mimpi atau cita-cita setinggi mungkin. Tak jarang, mimpinya terinspirasi dari orang-orang sekitar atau justru orang-orang hebat di luar sana.

Namun, tahukah Anda, meski zaman terus berganti, pekerjaan impian anak ternyata tidak mengalami perubahan yang signifikan? Ya Moms, hal itu dijelaskan oleh suatu penelitian dengan responden 500 ribu remaja berusia 15 tahun di 41 negara. Penelitian yang dilakukan sepanjang tahun 2000 sampai 2018 tersebut menunjukkan bahwa tidak banyak perubahan yang terjadi terkait cita-cita anak.

“Kita pikir mereka sudah lebih update, tapi ternyata dari hasil survei 500 ribu remaja di seluruh dunia ternyata mereka nggak terlalu terbuka wawasannya,” jelas psikolog anak Saskhya Aulia Prima, M.Psi dalam talkshow bertajuk “Mempersiapkan Si Kecil Meraih Mimpi” yang diadakan secara daring pada Kamis (23/6) oleh Lazada, bekerjasama dengan Babyologist.

Menurut Saskhya, salah satu faktor penyebab dari fenomena itu adalah adanya tekanan sosial pada pekerjaan tertentu. Itu lah sebabnya cita-cita atau pekerjaan anak di masa depan masih cenderung monoton.

Lantas, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung anak dalam meraih mimpi dan berkembang mengikuti zaman?

3 Hal yang Perlu Dilakukan Orang Tua dalam Mendukung Anak Meraih Mimpi

Ilustrasi orang tua diskusi dengan anak. Foto: Dragon Images/Shutterstock

1. Menjadi Lifelong Learner

Lifelong learner merupakan usaha seseorang untuk terus belajar secara berkelanjutan untuk mengembangkan diri. Karakter ini perlu dimiliki orang tua masa kini. Ya Moms, dengan menjadi pembelajar terus menerus, bukan hanya Anda yang merasakan manfaatnya, tapi juga anak.

“Kita sebagai orang tua harus jadi lifelong learner. Kita tahu perubahan zaman itu seperti apa, kebutuhan mereka (anak) bekerja nanti apa,” kata Saskhya.

2. Mengenali Kebutuhan dan Minat Anak

Orang tua perlu mengenali kebutuhan dan minat anak sejak dini. Saskhya menyebutkan ada suatu penelitian pada tahun 2014 yang menunjukkan bahwa 83 persen minat anak menyumbang prediksi dari gaji yang akan didapat melebihi kemampuan mereka.

“Ternyata dengan seseorang punya minat besar sama satu hal, kalau misalnya kita pupuk dengan baik, pekerjaan mereka akan lebih baik juga,” ungkapnya.

3. Mendukung Pengembangan Diri Anak

Saskhya mengajak orang tua untuk terus mendampingi anak dalam berusaha meraih mimpinya. Caranya dapat disingkat dengan istilah L-A-T-I-H-A-N, yaitu sebagai berikut.

  • Lihat dan observasi minat dan rasa penasaran anak.

  • Ajak anak untuk terus bereksplorasi.

  • Terus berlatih secara konsisten dan perlahan

  • Ikut dalam proses latihan.

  • Hati-hati dengan ekspektasi, jangan terlalu memaksakan anak.

  • Amati perasaan anak, selalu hadir saat si kecil butuh.

  • Nikmati prosesnya.

kumparan post embed