Kumparan Logo

Kata Ahli soal Kondisi Nyeri Vagina saat Hamil

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
10
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil mengalami nyeri vagina.  Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil mengalami nyeri vagina. Foto: Shutter Stock

Banyak ibu mengalami nyeri vagina saat hamil. Kondisi ini sering kali membuat ibu hamil tidak nyaman, sehingga menghambat aktivitasnya sehari-hari. Tak jarang, tingkat keparahan nyeri vagina juga membuat ibu khawatir akan kondisi kehamilannya.

Oleh sebab itu, tidak heran bila beberapa ibu hamil mungkin kerap bertanya-tanya soal masalah kesehatan yang satu ini. Lantas, apakah nyeri vagina termasuk normal dalam kehamilan? Apa pendapat ahli tentang hal ini?

Penjelasan Ahli soal Nyeri Vagina saat Hamil

Ilustrasi ibu hamil mengalami nyeri vagina. Foto: Shutterstock

Nyeri vagina merupakan kondisi umum selama kehamilan, namun, menjadi hal yang sering dipertanyakan juga oleh banyak ibu hamil. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kandungan di Intermountain Healthcare, Dr. Caroline Haakenson, MD.

“Ketika ibu hamil mengalami nyeri vagina dan merasa khawatir, ada hal-hal yang akan menjadi pertimbangan dokter kandungan yaitu, seperti apa rasa sakitnya, sudah berapa lama mengalaminya, dan apakah rasa sakitnya hilang timbul atau semakin memburuk,” kata Dr. Caroline seperti dikutip dari Mom Junction.

Alasan dokter menanyakan beberapa hal tersebut adalah untuk mencari tahu apakah nyeri vagina yang Anda alami normal, atau merupakan bagian dari komplikasi janin, hingga kemungkinan sesuatu yang menjadi tanda masalah pada kehamilan Anda, Moms.

Kendati demikian, Dr. Caroline mengatakan, salah satu gejala nyeri vagina yang paling umum terjadi pada trimester ketiga kehamilan dengan perasaan sakit yang tajam dan menusuk ke area vagina. Ini merupakan jenis nyeri yang sangat normal sebagai bagian dari kehamilan, yang akan hilang dengan cepat.

“Nyeri vagina pada trimester tiga kemungkinan besar terjadi karena tekanan dari kepala bayi atau pun bagian lainnya yang berada di dekat saraf panggul. Seiring bertambahnya kehamilan, rasa nyeri menjadi lebih umum karena kepala bayi jauh lebih besar dan memberi lebih banyak tekanan pada area panggul dan vagina untuk membuka jalan lahir secara alami,” lanjut Dr. Caroline.

Oleh karena itu, ibu hamil sebenarnya tidak perlu khawatir berlebihan tentang nyeri vagina, terutama jika rasa sakit datang dan pergi. Tapi, memang ada nyeri vagina yang merupakan gejala awal dari persalinan. Nyeri jenis ini biasanya berupa kram seperti saat menstruasi yang lebih intens dan menjalar ke bagian punggung bawah.

Nyeri vagina jenis ini biasanya terjadi pada kehamilan di atas 37 minggu sebagai tanda awal persalinan atau kontraksi. Kondisi yang satu ini juga normal karena menandakan si kecil akan segera lahir, Moms.

kumparan post embed