Kumparan Logo

Kata Ahli: Waspada Bila Bayi 6 Bulan Tidak Menoleh Jika Dipanggil Namanya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi 6 bulan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi 6 bulan. Foto: Shutter Stock

Perkembangan setiap bayi memang berbeda-beda. Meski begitu, orang tua juga perlu memahami milestone bayi di tiap usianya. Hal ini nantinya bisa jadi patokan orang tua untuk menilai sejauh mana kemampuan yang telah dimiliki si kecil sesuai usianya. Misalnya, di usia dua hingga tiga bulan, bayi umumnya sudah mulai bisa membuat suara-suara seperti ‘aah’ atau ‘uuh’.

Kemudian seiring bertambahnya usia, bayi mulai senang bereksperimen dengan bunyi, salah satunya meniru suara seperti berkumur. Menginjak usia empat bulan, bayi juga dapat bereaksi terhadap suara di sekitarnya, sehingga menyukai mainan yang mengeluarkan suara.

Lalu mendekati usia 6 bulan, bayi dapat merespons terhadap namanya sendiri dan mengenali emosi dalam nada bicara. Kemudian bayi pun mulai pandai mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya 'papapapa', 'dadadada', atau 'babababa'.

Namun menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Amanda Soebadi, Sp.A, lewat tulisannya di laman website Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), orang tua perlu waspada jika ternyata di usia 6 bulan bayi tidak menoleh jika dipanggil namanya dari belakang, dan tidak pernah mengoceh.

Lantas, apa ya penyebab bayi 6 bulan tidak menoleh dan juga tidak mengoceh saat namanya dipanggil?

Penjelasan soal Penyebab Bayi 6 Bulan Belum Bisa Menoleh dan Mengoceh

Ilustrasi bayi 6 bulan. Foto: Shutter Stock

Bayi usia 6 bulan yang belum bisa menoleh dan mengoceh, bisa jadi salah satu tanda awal keterlambatan bicara yang bisa disebabkan oleh beberapa hal. Seperti gangguan pendengaran, gangguan pada otak, autisme, atau gangguan pada organ mulut yang menyebabkan bayi sulit melafalkan kata-kata.

Untuk mendiagnosis penyebab keterlambatan bicara pada bayi, maka perlu pemeriksaan yang lebih teliti oleh dokter. Selain dokter anak, juga perlu diperiksa oleh dokter THT, psikolog, atau psikiater anak. Jika sudah ditemukan penyebabnya, maka dokter akan melakukan perawatan yang sesuai diagnosis.

Yang Bisa Dilakukan Orang Tua Jika Anak Terlambat Bicara

Ilustrasi bayi jarang tersenyum. Foto: Shutter Stock

Orang tua dan lingkungan terdekat memegang peranan penting dalam perkembangan bicara dan bahasa anak. Sebab, kosakata anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang didengarnya pada masa perkembangan bicara.

Jadi, ada beberapa hal yang bisa orang tua lakukan untuk menghindari dan mengatasi anak yang terlambat bicara. Berikut di antaranya seperti dikutip dari laman IDAI:

  • Rajin berbicara dan berkomunikasi dengan anak, dimulai sejak masih bayi. Kapan pun, di mana pun Anda berada bersama anak Anda, katakanlah apa yang sedang terjadi, apa yang sedang Anda lakukan, dan sebutkan nama benda-benda yang ditemui. Walau bayi yang sangat muda belum bisa berbicara, kata-kata yang didengarnya akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya.

  • Membacakan cerita adalah cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Bayi dan anak kecil biasanya tertarik pada cerita yang bersajak. Sembari membaca, anak dapat diajak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk.

  • Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa sebaiknya dapat dikenali oleh orang tua sedini mungkin, agar tata laksana yang diberikan dapat memaksimalkan kapasitas bicara dan bahasa yang dimiliki anak.