Kata Dokter soal Hubungan Ruam Popok dan Tumbuh Kembang Bayi
·waktu baca 2 menit

Ruam popok atau dermatitis popok merupakan masalah kesehatan yang cukup umum dialami bayi. Bahkan, sebuah penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa setidaknya 50 persen bayi di dunia yang berusia 12 bulan ke bawah pernah mengalami kondisi tersebut.
Menurut dokter spesialis anak dr. S.T. Andreas Cristan Leyrolf, M.Ked (Ped), Sp.A., ruam popok salah satunya disebabkan oleh popok yang lembap, sehingga memicu pertumbuhan bakteri atau jamur di area popok.
“Ruam popok terjadi apabila kulit si kecil mengalami perubahan pH karena popok tidak mampu menyerap cairan dengan baik, sehingga cairan kembali kontak langsung dengan kulit,” jelasnya dalam acara Press Launch MAKUKU SAP Diapers Pro Care pada Kamis (13/10) di JCC Senayan, Jakarta Pusat.
Lantas, apa pengaruh ruam popok terhadap tumbuh kembang bayi?
Ruam Popok dapat Mempengaruhi Tumbuh Kembang Bayi
Menurut dr. Andre, masalah ruam popok tak hanya membuat bayi tidak nyaman, tapi juga dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya.
“Karena permasalahan ruam popok itu bukan sekadar merah-merah doang. Kalau merah-merah gampang kasih krim juga selesai. Masalah berikutnya adalah anaknya enggak mau tidur,” ungkapnya.
Ya Moms, ruam popok kerap membuat bayi tidak nyaman saat tidur hingga mempengaruhi kualitas tidurnya. Jika bayi tidak bisa tidur nyenyak, pada pagi harinya si kecil mungkin jadi lebih rewel dan pemberian stimulasi pun jadi tidak bisa maksimal.
“Tidurnya kurang otomatis aktivitas nanti ketika bangun enggak bisa distimulasi. Ketika enggak bisa distimulasi, otomatis perkembangannya enggak bagus. Tidur yang kurang otomatis hormon pertumbuhan juga enggak baik, otomatis berat badan enggak naik,” tambah dr. Andre.
Dr. Andre pun menyarankan orang tua untuk memilih popok yang baik dan nyaman untuk si kecil. Salah satunya adalah yang memiliki daya serap tinggi, sehingga dapat mencegah ruam popok terjadi.
“Popok dengan daya serap tinggi perlu menjadi salah satu standar ibu dalam memilih popok untuk meminimalisasi risiko ruam," pungkasnya.
