Kata Dokter soal Jaga Kesehatan Jantung Anak Sejak Dini

12 Juli 2022 13:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi kesehatan jantung Foto: dok.shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kesehatan jantung Foto: dok.shutterstock
ADVERTISEMENT
Penyakit jantung tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, namun juga berisiko dialami anak. Meski begitu, orang tua bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung pada anak dengan melakukan deteksi sejak dini.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dibagikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit jantung telah menyumbangkan setidaknya 35 persen dari seluruh kematian di Indonesia. Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Sukman Tulus Putra, SpA(K), FACC, FESC, beberapa penelitian epidemiologis menyatakan anak usia sekolah tetap berisiko tinggi mengalami penyakit ini jika tanpa identifikasi dan intervensi.
“Deteksi faktor risiko kardiovaskular melalui uji tapis pada usia anak dan remaja dan strategi untuk melakukan intervensi merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kejadian PKV di usia dewasa dan lanjut. Masih tingginya angka kematian akibat PKV di Indonesia saat ini mungkin akibat minimnya kesadaran untuk mendeteksi dan mengintervensi faktor risiko kardiovaskular sejak usia dini dan remaja pada sekitar 90 juta anak Indonesia," jelas dr. Sukman dikutip dari rilis IDAI.
ADVERTISEMENT
Nah, untuk menjaga jantung tetap sehat dan berfungsi baik hingga dewasa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Apa saja? Yuk simak tipsnya dari Dokter Spesialis Anak Konsultan Jantung Anak dan juga Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) di bawah ini.

Tips Jaga Jantung Anak Sejak Dini

Ilustrasi Menjaga Kesehatan Jantung Anak. Foto: GOLFX/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menjaga Kesehatan Jantung Anak. Foto: GOLFX/Shutterstock
1. Aktif Bergerak
Cara pertama yang bisa dilakukan orang tua adalah mengajak anak untuk berolahraga ringan. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan seperti jalan kaki bersama, bersepeda, berenang, atau bermain di luar ruang terbuka.
2. Bersikaplah positif
Jadikan kesehatan jantung menyenangkan bagi si kecil dengan memasukkan permainan ke dalam aktivitas keluarga. Anda dapat berjalan-jalan ke taman untuk piknik serta makan malam yang sehat.
ADVERTISEMENT
3. Batasi waktu di depan layar
Sebaiknya hindari anak terlalu banyak memegang gadget atau menatap layar. Selain tidak baik untuk kesehatan mata, hal ini kurang baik bagi tubuh karena tidak banyak bergerak. Kondisi itu juga kemudian meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular. Jadi, batasi waktu menonton TV, komputer, dan telepon hingga dua jam setiap hari.
4. Pemeriksaan rutin sejak dini
Sejak lahir, kesehatan jantung bayi sudah bisa dimonitor secara rutin melalui Echo Kardiografi atau Echo Jantung. Alat ini dapat mendeteksi secara dini apabila terdapat kelainan pada jantung anak. sehingga bisa dilakukan pencegahan atau penanganan sedari awal. Konsultasikan lebih jauh dengan dokter anak untuk memantau indikator kardiovaskular seperti BMI, tekanan darah, dan kolesterol.
Ilustrasi Menjaga Kesehatan Jantung Anak. Foto: GOLFX/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Menjaga Kesehatan Jantung Anak. Foto: GOLFX/Shutterstock
5. Atur menu makan sehat
ADVERTISEMENT
Anda bisa mengatur asupan protein hewani untuk mencegah stunting dan agar pertumbuhan anak optimal. Batasi seminimal mungkin snack junk food yang tinggi gula dan karbohidrat cepat serap untuk mencegah obesitas dan sindrom metabolik.
6. Batasi asupan garam dan MSG
Sebisa mungkin, hindari memberikan anak-anak makanan olahan ya, Moms. Selain itu, lebih baik tidak mencampurkan garam dan MSG pada makanan si kecil.
7. Bersikap realistis
Anda bisa menetapkan tujuan dan batasan hidup yang realistis. Langkah-langkah kecil dan perubahan bertahap dapat membuat perbedaan besar dalam kesehatan anak Anda dari waktu ke waktu. Jadi mulailah dari yang kecil dan tingkatkan gaya hidup sehat bersama anak dan keluarga.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020