Kejang Demam pada Anak Usia 7 Tahun, Pahami Penyebab dan Penanganannya
·waktu baca 3 menit

Kejang demam (febrile seizure) umumnya dialami oleh anak berusia 6 bulan sampai 6 tahun. Namun, terkadang ada pula laporan kejang demam pada anak usia 7 tahun bahkan 3 bulan.
Kejang demam atau yang lebih dikenal sebagai step terjadi ketika suhu tubuh anak sangat tinggi. Kelihatannya mungkin mengkhawatirkan, tapi menurut Mayo Clinic, kondisi ini tidak membahayakan dan akan hilang setelah beberapa menit.
Tidak semua demam bisa menimbulkan kejang, Moms. Kejang bisa terjadi jika suhu tubuh anak di atas 38°C. Risiko kejang juga akan semakin meningkat jika keluarga memiliki riwayat kejang demam.
Memahami Kejang Demam pada Anak Usia 7 Tahun
Menurut dr. Devia Irine Putri dalam laman Yankes Kemkes, sampai saat ini belum ditemukan penyebab pasti mengapa anak-anak bisa demam kejang. Namun, ada beberapa hal yang membuat si kecil berisiko mengalami hal ini.
Beberapa di antaranya adalah riwayat kejang dalam keluarga, usianya masih di bawah 12 bulan, suhu udara rendah, dan demam. Jadi, ketika si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda demam, disarankan bagi orang tua untuk segera menurunkan suhu tubuhnya guna mencegah kejang.
Banyak yang beranggapan bahwa kejang demam ini dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan anak di masa depan. Itu anggapan yang keliru, ya, Moms.
Sampai saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa kejang demam bisa menyebabkan kematian, komplikasi penyakit berbahaya, kecacatan otak atau gangguan intelektual pada anak. Tapi orang tua juga tidak boleh menganggap remeh hal ini, karena ada beberapa kondisi kejang yang membutuhkan bantuan dokter.
Menurut laman Kids Health, ada dua jenis kejang demam yang harus dipahami setiap orang tua, yakni:
Kejang Demam Simple, ini yang paling umum terjadi dan biasanya akan selesai kurang dari 15 menit. Selama kejang berlangsung, seluruh tubuh si kecil akan gemetar.
Kejang Demam Kompleks, berlangsung lebih dari 15 menit dan terjadi lebih dari sekali dalam 24 jam. Biasanya hanya satu bagian atau sisi tubuh yang gemetar.
Namun, jika si kecil mengalami kejang lebih dari 5 menit kemudian disertai dengan masalah pernapasan dan muntah, segera hubungi layanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Anak yang mengalami kejang demam kompleks juga sebaiknya lekas mendapatkan penanganan dokter.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Kejang Demam?
Melihat anak mengalami kejang demam pastilah membuat orang tua panik. Tapi situasi ini harus dihadapi dengan tenang, Moms. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan jika anak kejang menurut laman Kids Health:
Letakkan anak secara hati-hati dan lembut di atas lantai.
Singkirkan benda-benda di dekatnya.
Baringkan anak secara miring untuk mencegah risiko tersedak.
Longgarkan pakaian mereka, terutama di area kepala dan lehernya.
Perhatikan sistem pernapasannya dan warna wajahnya.
Cobalah untuk merekam anak saat kejang untuk mengetahui durasi kejangnya, atau catat durasinya di kertas. Ini penting sebagai bahan diagnosis dokter nantinya.
Setelah mengetahui apa yang harus dilakukan, pahami pula hal-hal yang dilarang, yakni:
Jangan mencoba memegang atau menahan tubuh si kecil agar mereka tidak gemetar.
Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak.
Jangan mencoba memberikan obat penurun demam pada anak.
Jangan merendam anak ke dalam air dingin atau hangat untuk menurunkan demamnya.
Baca Juga: Epilepsi Pada Anak: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengobatinya
