Kenali dan Bantu Anak Mengatasi Rasa Cemas dengan Cara Ini, Moms!
ยทwaktu baca 2 menit

Anak juga bisa merasakan cemas layaknya orang dewasa. Bedanya, anak-anak umumnya belum tahu cara mengungkapkan apa yang mereka rasakan dan bagaimana mengatasinya.
American Psychological Association (APA) mendefinisikan kecemasan sebagai emosi yang ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir, dan perubahan fisik, seperti peningkatan tekanan darah dan detak jantung. Sementara Psikolog di Bidang Kedokteran Keluarga di Eau Claire, Wisconsin, Amerika Serikat, Deirdre Paulson mengatakan, kecemasan adalah hal yang normal dan akan dialami oleh semua orang.
Ya Moms, semua perasaan yang dialami manusia adalah valid dan sama pentingnya. Sebab, perasaan cemas juga dapat membantu anak mengenali dan merespons sebuah hal yang akan terjadi. Misalnya, mengalami kecemasan sebelum ujian penting, dapat bermanfaat karena memotivasi anak untuk belajar.
"Namun, pengalaman kecemasan pada beberapa orang dapat menjadi berlebihan, berkelanjutan, dan membebani, serta menyebabkan kesulitan yang signifikan dalam menjalani kehidupan sehari-hari," kata Eau Claire dikutip Mayo Clinic Health System.
Tanda-tanda Kecemasan pada Anak
Anak-anak yang mengalami kecemasan dapat menunjukkan tanda-tanda seperti:
-Sakit perut dan sakit kepala
-Detak jantung meningkat
-Napas cepat
-Gelisah atau tremor
-Gemetar dan pusing
-Diare
-Mual
-Sesak napas atau nyeri dada
Cara Membantu Anak yang Mengalami Kecemasan
Membantu anak menghadapi kecemasan membutuhkan pendekatan yang sabar. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak menghadapi rasa cemasnya.
1. Identifikasi Pemicu
Orang tua perlu mencari tahu alasan perasaan cemas muncul. Identifikasi masalah ini bisa membantu orang tua untuk menentukan langkah selanjutnya.
2. Validasi dan Berempati
Bagi anak-anak, pikiran, perasaan, dan pengalaman yang mereka miliki adalah nyata. Jadi, dengarkan tanpa menghakimi. Akui bahwa apa yang mereka alami adalah hal penting. Sikap empati akan membuat anak merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berbicara.
3. Latih Pernapasan
Melatih pernapasan bisa membantu anak menenangkan diri, fokus, dan berpikir lebih jernih. Selain itu, latihan pernapasan juga bisa meningkatkan kadar oksigen dalam aliran darah dan menurunkan detak jantung, melancarkan laju pernapasan, melunakkan otot yang tegang, dan menurunkan tingkat stres.
4. Bermain Peran
Jika anak merasa cemas menghadapi situasi tertentu, coba lakukan simulasi atau permainan peran. Misalnya, latihan berbicara di depan kelas atau meminta bantuan kepada guru. Ini bisa meningkatkan rasa percaya diri mereka.
5. Bangun Kepercayaan Diri
Selain itu, Anda juga bisa melibatkan anak dalam aktivitas sehari-hari, seperti membantu pekerjaan rumah. Berikan tantangan yang sesuai usia mereka, lalu berikan apresiasi atas usaha yang dilakukan. Hal ini bisa memperkuat rasa mampu dan mengurangi rasa cemas.
