Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.93.2
Kenali Tanda-tanda Anak Kurang Minum Air Putih dan Bahayanya
2 Januari 2025 14:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menitADVERTISEMENT
Tubuh seseorang tentunya membutuhkan asupan air putih yang cukup setiap harinya, tak terkecuali anak-anak. Hal itu untuk menghindari dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Ada beberapa tanda yang bisa orang tua kenali apabila anak kurang minum air putih.
ADVERTISEMENT
Pakar menyebut, dalam setiap tahapan usianya, anak memiliki kebutuhan air yang berbeda. Untuk anak usia 1 hingga 3 tahun membutuhkan 4 gelas cairan setiap hari. Kemudian anak usia 4-8 tahun membutuhkan sekitar 5 gelas cairan setiap hari.
Lantas, apakah orang tua bisa mengenali tanda-tanda anak kurang minum?
Kenali Tanda-tanda Anak Kurang Minum Air Putih
Anak-anak memiliki keterbatasan bahasa. Kadang mereka tidak atau belum dapat mengungkapkan bahwa sedang mengalami dehidrasi. Kendati demikian, ada beberapa tanda anak mengalami dehidrasi. Beberapa di antaranya:
-Warna Urine
Dikutip dari Parents, warna urine menjadi tanda paling mudah dikenali. Warna urine yang gelap dan pekat menjadi tanda awal mereka kehilangan cairan.
-Kehilangan Energi atau Lemas
Dehidrasi juga dapat menyebabkan anak menjadi lesu, kurang konsentrasi, rewel hingga pucat. Anak Anda mungkin tidak ingin bermain atau beraktivitas, mudah menangis atau hanya ingin tidur.
ADVERTISEMENT
-Mudah Haus
Haus dan keringnya selaput lendir di bibir, lidah dan mulut merupakan tanda anak kurang carian. Dalam kasus yang ekstrem, anak yang mengalami dehidrasi dapat kehilangan rasa haus dan tidak mau minum sama sekali.
-Mata Cekung
Kulit kering dan lingkaran hitam di bawah mata muncul setelah beberapa hari dehidrasi. Mata juga bisa tampak sedikit cekung. Pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun, ubun-ubun dapat tampak cekung atau lebih datar dari biasanya.
-Perubahan Pernapasan
Pernapasan cepat dan denyut nadi lemah tetapi cepat dapat mengindikasikan dehidrasi parah. Dalam kondisi ini anak akan kehilangan kewaspadaan atau cenderung ceroboh.
Tips Mencegah Dehidrasi pada Anak
Ya, Moms, dengan mewaspadai faktor risiko dehidrasi dan segera mengganti cairan, Anda dapat mencegah dehidrasi pada anak. Berikut tips mencegah anak mengalami dehidrasi:
Pertama, Anda dapat memberi mereka minum lebih banyak jika balita muntah, diare, atau menunjukkan tanda-tanda awal dehidrasi.
ADVERTISEMENT
Kemudian pastikan anak minum cukup sepanjang hari, terutama jika mereka tidak sehat atau cuaca sedang panas. Serta berikan anak air putih sebagai pengganti minuman ringan bergula. Karena makanan dan minuman bergula atau asin dapat menyebabkan si kecil dehidrasi.