Kenapa Ada Anak yang Suka Gigit Bajunya Sendiri?
·waktu baca 2 menit

Ada berbagai tingkah laku unik yang kerap dilakukan anak saat dalam fase tumbuh kembang. Salah satunya adalah memasukkan semua benda yang berada di sekitarnya ke dalam mulut, termasuk baju yang dikenakan.
Ya Moms, bahkan terkadang ada anak yang sampai menggigit kerah baju, ujung lengan, bahkan ujung kemeja baju tersebut. Mereka mungkin mengunyah atau mengisap baju tersebut sampai berlubang atau menipis. Hal ini tentunya perlu diperhatikan orang tua agar proses tumbuh kembang anak menjadi optimal.
Menurut Psikolog Klinis Anak berlisensi di Child and Family Institute di Scarsdale, New York, AS, Laura Grashow, PsyD, umumnya kebiasaan ini akan berhenti saat anak usia tiga tahun. Sebab, pada usia tersebut mereka cenderung berhenti melakukan berbagai kebiasaan masa kecil.
“Pada usia tiga tahun, anak-anak biasanya berhenti memasukkan sesuatu ke dalam mulut mereka dan mengeksplorasi berbagai hal dengan cara ini,” jelas dr. Grashow, seperti mengutip Very Well Family.
Selain itu, menurut Terapis Okupasi di Blue Bird Day Program di Chicago, AS, Monal Patel, MS, OTR/L, kebiasaan ini umumnya tidak berbahaya selama tidak menghambat kemampuan anak untuk bersosialisasi, seperti terlibat dalam rutinitas sehari-hari.
“Perbedaan yang paling penting adalah untuk menentukan apakah mengisap atau mengunyah menghambat kemampuan anak Anda untuk berpartisipasi dalam rutinitas sehari-hari, atau menimbulkan masalah seperti merusak seragam sekolah atau menyebabkan tersedak,” kata Patel.
Lalu, apa penyebabnya, ya?
Penyebab Ada Anak yang Suka Gigit Bajunya Sendiri
1. Alasan kebutuhan sensorik
Menurut Patel, stimulasi oral memainkan peran penting dalam perkembangan anak. Ya, sejak kecil, anak kerap menggunakan refleks rooting untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Biasanya, anak-anak menggunakan pola mengisap untuk menenangkan dirinya sendiri.
“Sejak bayi hingga balita, seorang anak menggunakan akan refleks rooting untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti lapar dan haus. Kemudian, mereka mungkin menggunakan pola mengisap dan mengakar untuk menenangkan diri, paling sering dalam bentuk dot dan mengisap ibu jari,” kata Patel.
2. Merangsang mulut dan rahang
Jika kebiasaan ini masih terjadi di usia balita, beberapa anak mungkin masih berusaha untuk merangsang mulut dan rahangnya. Dalam dunia terapi, kondisi ini dikenal dengan terapi okupasi. Selain itu, kebiasaan ini kerap dilakukan untuk menenangkan diri mereka sendiri, Moms.
