Kenapa Balita Suka Melempar Barang?
·waktu baca 2 menit

Melempar barang seperti mainan menjadi kebiasaan banyak balita. Nah, melempar sendiri sebenarnya merupakan bagian dari tonggak perkembangan anak yang membutuhkan kekuatan motorik yaitu, koordinasi tangan dan mata.
Namun, kebiasaan melempar barang pada balita juga bisa menjadi kekhawatiran bagi orang tua. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk memahami alasan di balik perilaku balita yang satu ini, sehingga Anda bisa membantunya untuk mengekspresikan dirinya dengan cara yang tepat.
“Balita sering melempar barang alih-alih bermain dengan lembut karena berbagai alasan. Terkadang, mereka memiliki disregulasi emosional yang bisa menyebabkan amukan. Tapi, di lain waktu balita melempar barang karena ingin bereksplorasi dengan dunianya,” ungkap terapis interaksi orang tua dan anak, Maria Pistorio, seperti dikutip dari Mom Junction.
Lantas, apa penyebab lain balita suka melempar barang?
Penyebab Lain Balita Suka Melempar Barang
Eksplorasi
Moms, anak usia balita dipenuhi dengan rasa ingin tahu dan ingin belajar melalui eksperimen. Melempar barang bisa menjadi pengalaman yang menarik bagi si kecil. Ya, mereka mungkin melakukannya untuk mengamati apa yang akan terjadi ketika mainannya memantul, jatuh, ataupun pecah. Ini salah satu cara balita belajar soal sebab dan akibat dengan sederhana.
Mencari perhatian
Balita sangat menyukai perhatian dari orang terdekatnya seperti, ayah, ibu, atau kakaknya. Ia akan melakukan banyak hal untuk agar Anda memalingkan pandangan padanya. Nah, kebiasaan seperti melempar barang, tiba-tiba menangis, hingga gerakan seolah menyakiti dirinya sendiri termasuk caranya untuk menarik perhatian orang lain.
Hanya bermain-main
Anak-anak juga bisa merasa bosan meski masih usia balita. Entah itu bosan pada mainan atau aktivitas yang monoton setiap harinya. Oleh karenanya, ia mencoba cara baru untuk bersenang-senang, salah satunya dengan melempar benda di tangannya. Jika hal ini dianggap menyenangkan, ibu akan melihat si kecil mengulanginya di hari berikutnya.
Mengekspresikan emosi
Tidak seperti orang dewasa, anak-anak usia balita masih sulit mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata. Mereka biasanya berkomunikasi melalui tindakan seperti, menangis, mengamuk, hingga melempar barang di dekatnya. Ini bisa menjadi medianya untuk meluapkan kemarahan, kesedihan, dan rasa frustasinya yang dialaminya.
