Mom
·
20 September 2020 9:56

Kenapa Bayi Suka Memukul saat Menyusu?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kenapa Bayi Suka Memukul saat Menyusu?  (68268)
Bayi Sedang Menyusu PTR Foto: Shutterstock
Perilaku bayi pada saat menyusu memang bermacam-macam. Ada yang pembawaannya tenang, ada yang sering gelisah alias tak bisa diam --selalu bergerak-gerak, ada yang suka menarik baju Anda, atau bahkan memukul payudara atau anggota tubuh Anda. Apakah si kecil termasuk salah satunya, Moms?
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, perlu dipahami bahwa beberapa perilaku bayi saat menyusu yang disebutkan di atas adalah hal yang wajar alias normal dilakukan. Hal ini mungkin saja sebagai bentuk ungkapan dirinya ingin sesuatu dari Anda, Moms. Karena, seperti yang kita tahu, bayi belum bisa mengutarakan apa yang ia inginkan.
Lantas, bicara soal bayi yang suka memukul saat menyusu, kira-kira apa penyebabnya, ya?
Kenapa Bayi Suka Memukul saat Menyusu?  (68269)
Ilustrasi Kenapa Bayi Suka Memukul saat Menyusu? Foto: Shutterstock

Bayi Suka Memukul saat Menyusu Ingin Mendapat Perhatian Ibu

Ketika bayi memukul pada saat menyusu, Anda tak boleh marah ataupun tersinggung ya, Moms. Sebab, sebagian besar jenis pukulan yang diberikan si kecil pun terbilang lembut alias tidak sakit. Ada pun salah satu alasan bayi suka memukul saat menyusu mungkin karena ia ingin mendapatkan perhatian lebih dari Anda. Demikian hal yang disampaikan Dr. Jay Lovenheim, DO, Dokter Spesialis Anak yang berdomisili di New York, Amerika Serikat seperti dikutip dari Romper.
ADVERTISEMENT
"Ini bisa jadi bentuk komunikasi bayi. Di lain waktu mungkin ia akan melakukan hal yang sama namun tanpa alasan yang jelas sama sekali," tuturnya.
Dr. Lovenheim menambahkan, jenis pukulan ini kemungkinan akan dilakukan bayi Anda lagi setiap kali Anda menyusuinya. Alasan lainnya, hal ini lebih berkaitan dengan perkembangan otak bayi. Jadi, perilaku ini bukan karena si kecil sedang marah dengan Anda --seperti yang dilakukan anak yang berusia lebih besar. Namun karena ia menyadari dasar-dasar sebab dan akibat.
"Jika timbul reaksi, mereka belajar dengan sangat cepat bahwa mereka akan menerima respons (dari Anda). Ini adalah perkembangan besar mereka secara kognitif dan sosial," pungkasnya.
Di samping itu, alasan lain bayi memukul Anda pada saat menyusu karena ia sedang senang-senangnya mengeksplorasi berbagai hal menggunakan tangannya itu. Menurutnya, perilaku ini biasanya terjadi ketika si kecil berusia 6-9 bulan.
Kenapa Bayi Suka Memukul saat Menyusu?  (68270)
ibu menyusui Foto: Shutterstock

Tips Cegah Bayi Memukul saat Menyusu

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa perilaku ini adalah wajar dilakukan bayi. Anda pun sebagai orang tua tak perlu khawatir atau cemas berlebih. Namun, jika dirasa hal ini membuat Anda terganggu, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah perilaku tersebut.
ADVERTISEMENT
1. Beri Mainan
Anda dapat memberi bayi mainan yang dapat dipegangnya sehingga hal ini dapat mencegah sekaligus menjaga tangannya tetap sibuk memegang mainannya itu.
2. Alihkan ke Hal Lain
Anda juga bisa meminta si kecil untuk bermain dengan tubuh atau pakaian yang mereka kenakan. Apabila bayi Anda menggunakan syal atau kalung misalnya, hal ini bisa menarik perhatian mereka.
Kenapa Bayi Suka Memukul saat Menyusu?  (68271)
Ilustrasi ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
3. Katakan Tidak dan Beri Ia Pemahaman
Cara lainnya adalah Anda dapat dengan lembut mengatakan 'tidak' atau 'aduh' ketika ia memukul saat menyusu. Jika hal ini kembali si kecil lakukan, Anda dapat kembali mengatakan tidak dan beri pengertian dengan bahasa yang sederhana bahwa hal tersebut tak baik dilakukannya. Meski, ia mungkin saja belum mengerti apa yang Anda ungkapkan, namun tak ada salahnya terus lakukan kebiasaan itu tiap kali si kecil mengulang perbuatannya.
ADVERTISEMENT
4. Ubah Posisi Menyusui
Mengubah posisi menyusui mungkin dapat Anda lakukan untuk mencegah perilaku memukul itu. Anda pun juga bisa membedong si kecil jika dirasa hal itu dapat membuat Anda maupun si bayi lebih nyaman.
"Semua cara patut untuk dicoba," tutur Dr. Lovenheim.