Kumparan Logo

Kenapa Bayi Suka Tersenyum?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi yang sehat sedang tersenyum Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi yang sehat sedang tersenyum Foto: Shutterstock

Senyuman manis bayi akan membuat orang-orang yang melihatnya gemas sekaligus bahagia. Apalagi, mungkin saja senyuman bayi menandakan bahwa ia sedang merasa senang dan nyaman dengan lingkungan di mana ia berada.

Namun, ada bayi yang sangat mudah tersenyum--bahkan saat tidak sedang terjadi apa-apa. Sebut saja ketika si kecil sedang tidur lalu tiba-tiba tersenyum dan tertawa dalam tidurnya, atau tersenyum hanya karena melihat ibu datang menghampirinya. Hal ini mungkin membuat orang tua bertanya-tanya.

Lantas, kenapa bayi suka tersenyum, ya?

Penjelasan soal Alasan Bayi Suka Tersenyum

Bayi tersenyum saat tidur. Foto: Shutterstock

Penelitian yang terbit di Psychological Science menunjukkan, bayi akan tersenyum ketika mereka melihat tindakan atau peristiwa tertentu yang dianggapnya lucu dan menyenangkan baginya. Bayi bisa tersenyum bahkan jika tidak ada seorang pun yang ikut tersenyum bersamanya saat menyaksikan hal tersebut.

Penelitian tersebut juga menyatakan, senyuman bayi merupakan bagian dari keterampilan sosial dan emosional si kecil yang sedang berkembang. Tersenyum menunjukkan perkembangan kognitif dan sosial yang sehat, di mana otak bayi dapat mendeteksi humor, hiburan serta rasa bahagia yang terlepas dari reaksi orang tuanya.

Dokter anak di Arizona, Mark Gettleman, MD, mengatakan, bayi sebenarnya sudah bisa tersenyum sejak masih di dalam kandungan. Namun, senyuman itu tindakan tidak disengaja atau refleks alami bayi, yang turut berkembang bersama refleks lainnya seperti mengisap, menggenggam dan rooting.

kumparan post embed

Kendati demikian, bayi akan benar-benar mulai tersenyum yang menunjukkan emosinya pada usia 1,5-3 bulan, Moms.

“Bayi akan menunjukkan senyum nyata pertamanya, yang menandakan peningkatan dalam perkembangan sosial, emosional, dan visual antara usia satu setengah hingga 3 bulan (6-12 minggu) kehidupannya,” kata dokter anak yang merupakan pemilik Goofy Gettwell Pediatrics di Arizona itu.

Seiring berjalannya waktu, orang tua biasanya akan dengan mudah membedakan senyum refleks dan senyuman nyata bayi. Senyuman yang menunjukkan emosi bayi muncul sebagai respons terhadap sesuatu, seperti saat melihat wajah ibu atau mendengar suara yang dikenalnya. Sementara senyum refleks sering kali terjadi secara acak, bahkan saat si kecil tidak menginginkannya seperti ketika ia tidur.

Senyuman yang dilakukan bayi membantu melepaskan hormon tertentu di dalam tubuh yang akan mendukung perkembangan otak dan kesehatan bayi secara keseluruhan. Selain itu, menerima senyuman dari orang lain dan membalasnya bisa menjadi cara bayi untuk bersosialisasi dan menjalin ikatan yang baik dengan orang lain. Jadi, jangan lupa untuk buat si kecil tersenyum setiap harinya ya, Moms.