Kenapa Bayi Tidak Boleh Makan Garam?

Untuk memastikan tumbuh kembang bayi optimal, maka Anda harus cermat saat memberikan menu makanan padanya. Ya Moms, agar bayi sehat dan terpenuhi kebutuhan nutrisinya, Anda harus benar-benar memastikan kandungan di dalamnya. Salah satunya, soal pemberian garam.
Ada ibu yang merasa perlu memberi garam agar MPASI bayi rasanya lebih enak. Tapi ada juga ibu yang merasa sebaliknya.
Mana yang benar ya, Moms?
Aturan Pemberian Garam pada Makanan Bayi
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi SpA, MARS, seperti yang dikutip dari laman Klinik dr. Tiwi, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memang tidak menyatakan pelarangan pemberian garam maupun gula ke makanan bayi.
Hanya saja, dokter anak yang akrab disapa dr. Tiwi ini menambahkan, bayi itu sebenarnya menyukai makanan lokal yang segar. Ini karena selera makan bayi pada dasarnya bagus dan sehat, yakni suka makanan yang tanpa tambahan gula dan garam. Jadi sebaiknya, orang tua jangan merusak selera makannya itu.
Lain halnya bila si kecil cenderung anak yang susah makan sejak awal atau ketika menginjak usia 7 bulan, ia mulai menolak makan. Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak di bawah usia 1 tahun boleh diberi garam pada makanannya, namun jumlahnya adalah sesedikit mungkin.
Tujuannya, sebagai pemberi rasa agar ia mau makan. Meski masih kecil, bayi juga bisa merasa bosan dengan cita rasa makanan yang itu-itu saja, Moms.
Takaran Pemberian Garam untuk Bayi
Menurut ahli diet Sarah Schenker, seperti dikutip dari laman Baby Centre, bayi juga membutuhkan garam tapi dalam jumlah sangat sedikit yaitu kurang dari 1 g/hari, sampai ia berusia 12 bulan. Saat masih berusia kurang dari 6 bulan, si kecil otomatis mendapatinya lewat ASI maupun susu formula.
Karenanya, Sarah lebih menyarankan, orang tua tak perlu lagi menambahkan garam. Terlebih pada makanan bayi instan seperti cereal dan baby food jar, sebab garam sudah terkandung di dalamnya.
Selain itu, jangan memberi makanan yang diperuntukkan buat anak-anak (bukan bayi) ke bayi, karena jumlah kandungan garam untuk anak di atas 12 bulan sudah berbeda, Moms.
Ya, terlalu banyak jumlah garam di dalam tubuh membuat kerja ginjal bayi menjadi berat. Risikonya bisa memicu hipertensi dan penyakit ginjal saat dewasa.
