Kenapa Berat Badan Bayi Turun Setelah Lahir?

Berat badan, panjang badan, dan ukuran kepala bayi akan dipantau terus secara berkala sejak ia lahir. Sebab, kesehatan bayi baru lahir, salah satunya bisa dilihat dari indikator pertumbuhannya. Ya Moms, bayi yang tumbuh dengan baik biasanya terhindar dari berbagai masalah kesehatan.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam situsnya, berat badan bayi baru lahir dikatakan kurang bila di bawah 2500 gram dan dikatakan berlebihan, bila berat lahirnya mencapai lebih dari 4000 gram. Namun setelah beberapa hari, biasanya berat badan bayi akan turun. Kenapa begitu, ya?
Penjelasan soal Berat Badan Bayi Turun Setelah Lahir
Perlu Anda ketahui bahwa berat badan bayi yang turun setelah beberapa hari lahir merupakan hal yang normal, Moms. Jadi, Anda tak perlu cemas berlebihan, ya. Ini karena bayi sedang dalam masa transisi dari lingkungan di mana mereka pada dasarnya terendam dalam cairan ketuban yang menghidrasi.
“Setelah lahir, bayi mengeringkan kulit, paru-paru, dan organ lainnya saat mereka mulai hidup di luar rahim dan menghirup udara. Kehilangan air yang dialami selama transisi itu tercermin dalam penurunan berat badan,” jelas dokter anak dari Amerika Serikat, Dr. Natasha Burgert, MD, seperti dikutip dari Romper.
Sederhananya, penurunan berat badan setelah bayi lahir ini karena tubuh bayi sudah tidak bergantung pada kelebihan cairan tersebut. Sementara seberapa banyak berat badan yang hilang pada bayi juga bervariasi. Namun biasanya, bayi bisa kehilangan antara 7 sampai 10 persen berat badan lahir mereka.
Lalu, kapan umumnya berat badan bayi lahir kembali? Menurut Dr. Jennifer Trachtenberg, dokter anak dan Juru Bicara untuk American Academy of Pediatrics, bayi harus kembali mendapatkan berat badan lahirnya pada usia dua minggu.
Anda bisa membantu bayi mencapai berat badannya dengan tetap menyusui, sekehendak bayi. Ini karena bayi baru lahir hingga berusia 6 bulan baru mendapat zat gizi dari ASI. Pantau terus berat badannya dan pastikan naik sesuai grafik, Moms. Bila tidak juga naik hingga dua bulan, konsultasikan ke dokter.
Berat Badan Bayi Baru Lahir Turun yang Tidak Normal
Walaupun penurunan berat badan bayi baru lahir dianggap normal, namun Anda jangan sampai lengah, Moms. Sebab, berat badan beberapa bayi bisa saja turun lebih dari 10 persen.
Mengutip Parenting First Cry, jika bayi Anda kehilangan lebih dari 12 persen dari berat badannya, maka itu bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatannya. Sebab, lebih banyak penurunan berat badan berarti lebih banyak kehilangan cairan. Kehilangan cairan dapat menyebabkan dehidrasi yang berakibat fatal.
Berat badan yang turun berlebihan biasanya disebabkan beberapa hal berikut:
Bayi menderita gangguan kesehatan.
Bayi Anda mungkin tidak sering menyusu. Ini mungkin terjadi karena sesi menyusui yang terlewat, atau bayi mungkin menolak menyusu, karena disusui dengan paksa. Penting untuk memberi makan bayi sesuai permintaan dan secara berkala. Gagal melakukan keduanya dapat menyebabkan masalah penurunan berat badan.
Bayi Anda mungkin tidak mendapatkan cukup ASI. Hal ini mungkin terjadi karena posisi menempel atau menyusu yang tidak tepat, dan ini juga bisa menjadi salah satu alasan penurunan berat badan bayi setelah lahir dan saat menyusui.
Sehingga, jangan lupa untuk selalu memantau berat badan bayi ke dokter setiap bulan, Moms. Jika ada masalah, dokter akan membantu Anda mendapatkan jalan keluar terbaik.
