Kenapa Ibu Hamil Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih?

Saat tengah berbadan dua, ibu hamil biasanya akan mengalami berbagai perubahan pada tubuhnya. Yang umum muncul di antaranya adalah morning sickness, mudah lelah, nyeri payudara, hingga sakit punggung. Namun Anda juga perlu tahu bahwa ibu hamil juga lebih rentan terkena sejumlah infeksi, salah satunya infeksi saluran kemih (ISK).
ISK terjadi ketika bakteri dari luar tubuh masuk ke saluran kemih sehingga terjadi infeksi. Kondisi ini menyebabkan ibu hamil merasakan sensasi terbakar saat buang air kecil, kesulitan menahan buang air kecil, urine berwarna gelap dan berbau menyengat, kadang disertai demam.
Jika tidak segera ditangani, ISK bisa menyerang kesehatan ginjal Anda, Moms. Bila sudah begitu, Anda akan mulai merasakan nyeri pada bagian bawah punggung yang tak tertahankan. Mengutip laman WebMD, infeksi ginjal pada ibu hamil dapat berakibat persalinan bayi prematur dan bayi lahir dengan berat rendah.
Lantas, kenapa ibu hamil lebih rentan terkena ISK?
ISK memang lebih umum menyerang wanita daripada laki-laki, Moms. Alasannya karena wanita punya saluran kemih yang lebih pendek. Namun pada ibu hamil, infeksi ini lebih rentan terjadi karena beberapa faktor.
Mengutip laman Health Line, pertumbuhan janin dalam rahim menekan kandung kemih dan saluran kemih. Hal ini menyebabkan ibu hamil kesulitan mengeluarkan semua urine di kandung kemih saat buang air kecil. Urine yang tersisa merangsang pertumbuhan bakteri dan mengakibatkan ISK.
Selain itu, perubahan aktivitas hormon membuat urine ibu hamil lebih kental. Urine itu bahkan juga mengandung hormon tertentu dan gula. Kondisi ini juga mendorong pertumbuhan bakteri.
Oleh karena itu, ISK bisa dibilang umum terjadi pada ibu hamil. Biasanya terjadi pada usia kehamilan 6-24 minggu.
Jika Anda merasakan gejala ISK di atas, segera konsultasikan pada dokter. Infeksi ini dapat dideteksi lewat tes urine dan diobati dengan antibiotik.
