Kumparan Logo

Kenapa Ibu Hamil Sering Pusing?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil pusing. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil pusing. Foto: Shutter Stock

Saat hamil, ibu bisa saja mengalami beberapa masalah kesehatan. Beberapa kondisi yang umum dirasakan selama kehamilan adalah mual, muntah, sembelit, demam, sakit kepala atau pusing. Ya Moms, sebenarnya, semua kondisi tersebut normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Namun, beberapa ibu hamil mungkin bertanya-tanya kenapa mereka terus merasa pusing, bahkan hingga trimester kedua dan ketiga kehamilan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Dokter Spesialis Kandungan, dr. Michael Tahery, MD menjelaskan di laman Mom Junction terkait beberapa hal yang bisa menjadi penyebab ibu hamil sering merasa pusing.

7 Penyebab Ibu Hamil Sering Pusing

Ibu hamil pusing. Foto: Shutterstock

1. Perubahan hormon

Relaksasi dan pelebaran pembuluh darah karena meningkatnya kadar hormon dapat menjadi penyebab pusing selama kehamilan. Pembuluh darah yang rileks memperlambat aliran darah ke vena, dan bagi ibu hamil yang memiliki tekanan darah rendah ini dapat mengakibatkan rasa pusing karena suplai darah ke otak berkurang.

2. Gula darah rendah

Perubahan metabolisme tubuh selama kehamilan dapat menyebabkan kadar gula darah rendah (hipoglikemia) sehingga membuat ibu hamil sering pusing, kunang-kunang, dan lemas. Ini juga bisa terjadi pada ibu hamil dengan diabetes gestasional, Moms.

3. Hiperemesis gravidarum

Ini merupakan kondisi morning sickness ekstrem di mana ibu hamil mengalami mual dan muntah parah yang terus berulang. Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan ibu pusing, lemas, dan dehidrasi karena kehilangan banyak cairan saat muntah. Beberapa ibu hamil mengalami kondisi ini pada minggu keempat kehamilan dan berlangsung hingga trimester pertama usai.

ibu hamil pusing Foto: Shutterstock

4. Tekanan pada pembuluh darah

Pada trimester kedua kehamilan, janin yang sedang tumbuh dan berkembang dapat memberikan tekanan yang berlebihan pada pembuluh darah. Oleh karena itu, suplai darah ke otak pun berkurang atau berjalan lambat sehingga membuat ibu sering pusing.

5. Anemia

Ibu hamil berisiko lebih tinggi untuk mengalami anemia karena meningkatnya kebutuhan zat besi dalam tubuh. Pusing saat hamil bisa menjadi gejala awal anemia pada semua orang termasuk ibu hamil, terutama saat mengalami defisiensi zat besi.

kumparan post embed

6. Berbaring telentang

Beberapa ibu hamil mengalami pusing setelah berbaring telentang pada trimester ketiga. Hal ini terjadi karena adanya tekanan pada vena cava inferior yaitu, pembuluh darah di rahim yang membawa suplai darah dari tubuh bagian bawah ke jantung.

7. Kehamilan ektopik

Pusing berlebihan saat hamil juga bisa jadi tanda ibu mengalami kehamilan ektopik (di luar rahim). Kondisi ini sering kali membuat ibu hamil mengalami pendarahan dan kehilangan banyak darah dapat menyebabkan ibu pusing dan sakit perut hingga pingsan.