Kenapa Sesama Ibu Harus Saling Mendukung?

Menjadi seorang ibu itu memang indah tapi tak selamanya mudah. Setuju, Moms?
Setelah menjadi ibu, seorang perempuan tidak akan sama lagi seperti dirinya dulu. Ia akan mengalami banyak perubahan pada dirinya, terlebih lagi bagi mereka yang baru menjadi ibu.
Banyaknya tantangan dan perubahan yang terjadi pada diri ibu. Mulai dari jam tidur, makan, bersosialisasi dengan teman hingga frekuensi berhubungan seks dengan pasangan. Semua perubahan itu, mungkin saja membuat ibu stres bahkan depresi bila tidak siap menghadapi peran barunya. Pada beberapa kasus, bahkan ada ibu yang sampai bunuh diri atau rela membunuh bayinya sendiri karena merasa tidak siap menghadapi perubahan dalam hidupnya, Moms.
Itulah sebabnya kenapa setiap ibu perlu mendapat dukungan. Selain suami dan keluarga, dukungan dari sesama ibu ternyata juga punya peran yang tak kalah penting. Psikolog Keluarga, Nadya Pramesrani, mengatakan dukungan dari sesama ibu diperlukan sebagai bentuk tata krama dalam pergaulan yang sangat penting dalam kehidupan.
"Selain dari being supportive itu adalah bentuk sopan santun, apalagi dengan kita manusia adalah makhluk sosial," ujar Nadya saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (18/12).
Dukungan sesama ibu, kata Nadya, bisa membantu seorang wanita meningkatkan kemampuan dan keahliannya dalam mengasuh anak. Hal ini telah banyak dibuktikan dan diakui oleh para peneliti di dunia.
"Penelitian-penelitian juga membuktikan bahwa kelompok dukungan atau support group dalam membantu meningkatkan parenting skills, empowerment, menciptakan sense of belonging," kata Psikolog dari Rumah Dandelion ini.
Selain itu, dukungan sesama ibu, menurut Nadya, juga bisa membuat ibu percaya diri dalam menjalani perannya. Sehingga, ibu bisa lebih baik dalam merawat anak-anak dan keluarganya, Moms.
"Add that all up, membantu ibu menjadi lebih sehat secara mental, resourceful, dan pada akhirnya lebih efektif dalam menjalani peran dan tanggung jawabnya," katanya.
Penulis Jessica Langley pada laman Huffpost juga mengatakan hal senada, Moms. Menurutnya dukungan sesama ibu bisa membuat ibu tetap sehat secara mental, lebih bahagia dan tetap menjadi dirinya sendiri. Oleh karena itu, ia sangat menyarankan seorang ibu mencari bentuk dukungan dari sesama ibu lainnya.
"Memiliki beberapa jenis sistem pendukung sebagai ibu baru sangat penting. Saya akan mendorong semua ibu untuk mencari jenis kelompok dukungan ini," katanya.
Ashtra Dymach yang merupakan Founder Haloibu.id, yaitu sebuah komunitas yang mendukung para ibu, menjelaskan bahwa cara mendukung teman sesama ibu tidaklah sulit. Cukup dengan mendengarkan keluhan atau cerita mereka, Moms. Jangan pernah menasihatinya jika tidak diminta, apalagi menghakimi masalahnya. Ingatlah untuk selalu bicara lemah lembut, tanpa intonasi tinggi.
Usahakan untuk selalu ada saat mereka membutuhkan dukungan. Peluklah saat mereka menangis, katakan padanya semuanya akan baik-baik saja dan yakinkan padanya bawa setiap ibu berbeda, Moms. Tersenyumlah pada teman sesama ibu. Sentuh lembut bahunya, rangkul dan peluklah ibu yang sedang melalui masa tantrum anaknya, misalnya.
Saat berbicara dengan teman sesama ibu, bayangkan Anda sedang berbicara dengan diri sendiri. Bayangkan bahwa Anda juga ingin diperlakukan dengan sangat baik oleh sesama ibu.
Ketika Anda memberikan cinta itu ke teman sesama ibu, alam semesta akan mendengarkan, Moms. Layaknya Anda sedang mendaur ulang energi buruk pada diri sendiri menjadi energi positif.
Jadi, jangan ada lagi mom shaming di antara kita dan jangan lupa mendukung teman sesama ibu ya, Moms!
