Kenapa Vasektomi Masih Dianggap Menakutkan? Ini Penjelasan Dokter
·waktu baca 2 menit

Metode kontrasepsi pada pria, seperti vasektomi, masih sering dianggap menakutkan oleh sebagian masyarakat. Padahal, secara medis prosedur ini tergolong aman dan efektif. Lantas, apa yang membuat banyak pria masih ragu untuk melakukannya?
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, menjelaskan bahwa persepsi tersebut tidak lepas dari perbedaan sudut pandang masyarakat terhadap tindakan medis tertentu, seperti vasektomi dibandingkan dengan sunat.
“Kalau sunat mungkin orang cuma takut, tapi karena ada budaya dan religi secara agama itu mewajibkan, makanya tetap orang mau nggak mau dan berani untuk memberanikan diri untuk melakukan,” ucap dr. Andrew saat live TikTok bersama kumparanMOM, Kamis (9/4).
Berbeda dengan vasektomi yang sepenuhnya bergantung pada kesadaran individu. Biasanya, keputusan ini muncul ketika seseorang merasa jumlah anak sudah cukup dan tidak ingin menambah keturunan.
Tidak Ada Dorongan Budaya dan Dilakukan di Area Vital
Menurut dr. Andrew, salah satu alasan utama vasektomi terasa lebih menakutkan adalah karena tidak adanya dorongan dari budaya maupun agama. Berbeda dengan sunat yang sudah menjadi praktik umum, vasektomi lebih sering dianggap sebagai pilihan pribadi yang besar dan serius.
“Vasektomi itu hanya kesadaran sendiri. Jadi, ‘Oh yaudah aku memang sudah cukup nih anaknya’, misalnya kayak gitu,” imbuhnya.
Selain itu, faktor lokasi tindakan juga turut memengaruhi rasa khawatir. Jika sunat dilakukan pada bagian kulit ujung kemaluan, vasektomi dilakukan di area testis yang dianggap lebih sensitif.
Prosedur ini melibatkan sayatan kecil sekitar 1–2 cm pada area tersebut. Meski secara medis tergolong ringan dan cepat, bayangan tindakan di area vital sering kali membuat pria merasa lebih takut.
Padahal, dengan edukasi yang tepat, vasektomi dapat dipahami sebagai prosedur medis yang aman dan tidak perlu ditakuti. Keputusan untuk menjalani vasektomi pun sebaiknya didasarkan pada informasi yang cukup serta pertimbangan matang bersama pasangan ya, Moms.
