Kumparan Logo

Keputihan saat Hamil, Normal Enggak Ya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keputihan saat hamil. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Keputihan saat hamil. Foto: Getty Images

Saat hamil, tubuh wanita kerap mengalami beberapa perubahan. Salah satunya mengalami keputihan yang bisa terjadi saat awal hingga akhir kehamilan.

Mengutip Mom Junction, keputihan bukan hanya bisa dialami oleh ibu hamil saja, melainkan juga saat sedang menstruasi dan menopause. Namun, meski tidak dialami oleh semua ibu hamil, peningkatan debit selaput lendir juga merupakan salah satu gejala awal kehamilan.

Umumnya, keputihan disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dalam tubuh dan mengakibatkan meningkatnya aliran darah ke daerah panggul. Kondisi ini pun merangsang produksi selaput lendir dan dikeluarkan melalui vagina.

Kendati demikian, selaput putih tersebut dapat melindungi vagina ibu hamil dari kontaminasi virus atau bakteri, dan membersihkan sel - sel mati di vagina.

Ilustrasi keputihan Foto: Shutterstock

Lantas, normalkah hal itu terjadi?

Penjelasan soal Keputihan saat Hamil

Umumnya, hampir semua ibu hamil akan mengalami keputihan, Moms. Ya, kondisi ini sebenarnya normal dialami ibu hamil, dan tidak berbahaya untuk kesehatan ibu dan janin.

Keputihan dianggap normal bila selaput lendir yang keluar berwarna putih susu, tidak menggumpal, tidak berbau, dan tidak mengalami perubahan warna menjadi kuning, coklat, merah muda, dan putih keruh. Keputihan dengan tekstur kental juga dianggap normal selama kehamilan, Moms. Biasanya, tekstur kental ini akan muncul pada trimester ketiga atau menjelang kelahiran bayi dengan disertai sedikit bercak darah yang menandakan bayi siap untuk dilahirkan.

Keputihan saat hamil. Foto: Shutterstock

Nah Moms, bila Anda mengalami keputihan disertai rasa sensasi terbakar, vagina gatal atau nyeri, selaput berbau, peningkatan konsistensi debit cairan, dan perubahan warna selaput lendir, maka hal itu dianggap tidak normal. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sebab, gejala tersebut menandakan adanya infeksi pada vagina, infeksi parasit, infeksi jamur, atau infeksi menular seksual pada ibu hamil. Bila tidak segera diatasi, kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi kehamilan.

Selain itu, jika mengalami keputihan disertai kram perut di bagian bawah, maka ibu hamil juga perlu perawatan atau intervensi medis tertentu. Karena, kondisi tersebut bisa menjadi tanda ibu hamil mengalami penyakit radang panggul.

kumparan post embed