Kumparan Logo

Keputihan Saat Hamil: Penyebab dan Cara Mengatasinya

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Keputihan Saat Hamil. Foto: GBALLGIGGSPHOTO/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Keputihan Saat Hamil. Foto: GBALLGIGGSPHOTO/Shutterstock

Keputihan saat hamil merupakan hal yang wajar bahkan jika volumenya cenderung banyak dari kondisi normal. Jadi tidak perlu khawatir apabila Anda mengalami keadaan ini, Moms.

Namun, harus dicatat bahwa keputihan yang normal berwarna putih jernih. Konsistensinya seperti lendir yang cair tapi agak kental. Ketika menempel di pakaian dalam, warna cairan akan berubah jadi kuning terang.

Keputihan yang normal juga tidak menyebabkan gatal, tidak memiliki bau, dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada vagina. Jika keputihan yang dialami ternyata tidak sesuai dengan ciri-ciri yang normal, maka Anda perlu waspada.

Pasalnya, merujuk buku Superbook for Supermom susunan Tim Admin Group Sharing ASI-MPASI, keputihan yang tidak normal dapat menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil. Lebih jauh, kondisi ini bisa meningkatkan risiko pecahnya selaput ketuban dan mengakibatkan persalinan prematur.

Penyebab Keputihan pada Ibu Hamil

Ilustrasi Keputihan pada Ibu Hamil. Foto: Siriluk ok/shutterstock

Penyebab utama keputihan saat hamil adalah adanya perubahan hormon. Dikutip dari Buku Harian Ibu Hamil susunan Annisa Putri, A. Md. Keb., produksi asam lambung yang berlebihan akibat pola makan tidak teratur juga bisa menimbulkan keputihan.

Beberapa penyebab lain yang umum ditemukan yakni pemakaian produk pembersih vagina yang tidak cocok, pakaian dalam terlalu ketat, jenis kain pakaian dalam yang sintetis, efek samping dari obat-obatan, kurang istirahat, dan stres.

Selain itu, merujuk buku Tanya Jawab Lengkap Kehamilan Bermasalah susunan Irmawati, S.Si.,Apt, keputihan juga bisa dipicu oleh tes screening yang terlalu sering. Screening memang disarankan untuk mengidentifikasi penyakit-penyakit yang sulit terdeteksi, tapi harus dilakukan dalam periode tertentu agar aman.

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil

Ilustrasi Keputihan Saat Hamil. Foto: Shutterstock

Keputihan yang terjadi akibat perubahan hormonal selama kehamilan akan hilang dengan sendirinya. Meski begitu, dibutuhkan tindakan penanganan yang tepat agar kondisi ini tidak berubah menjadi masalah yang serius.

Dikutip dari Buku Harian Ibu Hamil karya Annisa Putri, A. Md. Keb, berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi keputihan saat hamil.

  • Selalu mencuci tangan setelah mengganti pakaian dalam maupun melepas pembalut.

  • Hindari berhubungan badan selama keputihan masih berlangsung, agar penyembuhannya bisa lebih cepat dan mengurangi risiko penularan penyakit kelamin kepada pasangan.

  • Bersihkan area luar vagina dengan produk pembersih yang alami, tidak mengandung sabun, dan memiliki kadar pH normal. Jangan lupa selalu mengeringkan area kewanitaan dengan handuk bersih sebelum memakai pakaian dalam.

  • Ibu hamil pada umumnya akan sering buang air kecil sehingga pakaian dalam menjadi cepat lembap. Oleh karena itu, gantilah dalam sesering mungkin.

  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang lembut. Pastikan pula mengenakan ukuran yang tepat.

  • Bila area vagina terasa gatal, jangan digaruk. Sebaiknya kompres dengan air es untuk mengurangi rasa gatal. Jika kondisi ini terus berlanjut sampai menyebabkan nyeri, segeralah konsultasi ke dokter kandungan.

Baca Juga: Kenapa Jadi Sering Keputihan Setelah Konsumsi Pil KB?