Keseruan Puluhan Pelajar SD Menengok Isi Rumah BJ Habibie

18 Juli 2018 13:51 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:07 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Banyak orang mengidolakan sosok Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang kerap disapa BJ Habibie. Termasuk anak-anak yang mungkin sudah membaca atau diceritakan tentang betapa membanggakannya karya-karya Habibie untuk Indonesia maupun dunia. Tidak heran, banyak orang yang berharap dapat bertemu langsung dengan Presiden ke-3 RI ini.
ADVERTISEMENT
Lantas bagaimana rasanya kalau tidak hanya bertemu langsung, tapi boleh datang dan berkeliling menengok isi rumahnya? Pasti senang sekali, ya!
Inilah yang dirasakan oleh puluhan pelajar SD dari Jabodetabek yang hadir dalam acara "Habibie dan Anak Indonesia" yang diadakan The Habibie Center untuk menyambut Hari Anak Nasional pada Selasa (17/7) kemarin. Mereka bukan cuma berkesempatan bertemu dan berbincang-bincang dengan Habibie, tapi diajak berkeliling melihat isi rumahnya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.
Ada apa saja yang mereka lihat di sana?
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Salah satu selasar di kediaman BJ Habibie (Foto: Imesh)
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu selasar di kediaman BJ Habibie (Foto: Imesh)
Lukisan yang mewakili agama di nusantara di rumah BJ Habibie (Foto: Imesh)
zoom-in-whitePerbesar
Lukisan yang mewakili agama di nusantara di rumah BJ Habibie (Foto: Imesh)
Pertama, anak-anak dibawa ke ruangan depan yang banyak dihiasi dengan lukisan dan foto Habibie bersama keluarga maupun tokoh-tokoh dunia. Kemudian terus menyusuri selasar yang menghubungkan bangunan depan dan bangunan belakang rumah. Di selasar ini terdapat lukisan-lukisan yang menggambarkan agama-agama yang ada di Indonesia dan sejarah masuknya agama-agama tersebut ke nusantara.
ADVERTISEMENT
Asisten Habibie yang memandu anak-anak inipun menjelaskan, BJ Habibie sangat menghargai dan mencintai keberagaman yang ada di Indonesia. Termasuk tentunya keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
"Hal yang tak kalah penting dari pendidikan untuk anak adalah pembudayaan," pesan Habibie pada beberapa orang tua dan awak media yang turut hadir, "Pembudayaan ini terpengaruh dari agama dan budaya yang ada di masing-masing masyarakat. Budaya di Aceh, Jakarta, atau di Papua, semua kan berbeda-beda dan itu akan membentuk sikap masyarakatnya. Tidak ada yang salah. Yang penting, anak bisa menerapkan budaya di lingkungannya dengan baik, beragama dengan benar."
Halaman Belakang Kediaman BJ Habibie (Foto: Imesh)
zoom-in-whitePerbesar
Halaman Belakang Kediaman BJ Habibie (Foto: Imesh)
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Setelah itu, anak-anak dibawa melihat area halaman belakang di mana terdapat beberapa patung yang diletakkan di antara pepohonan yang asri. Pemandu menjelaskan bagaimana patung-patung ini memiliki arti untuk Eyang Habibie terutama terkait dengan pendidikan atau ilmu. Misalnya, patung pemikir atau filsuf. Anak-anak pun tampak serius mendengarkan meski tampaknya belum paham betul apa itu filsafat.
ADVERTISEMENT
Tapi ketika melihat sebuah patung, seorang anak berseru, "Itu Ganesha!" seorang anak lainnya menambahkan, "Lambang kampus ITB yang di Bandung!" Wah, semangatnya mereka.
Kolam Kaca di depan Perpusatakaan Habibie dan Ainun (Foto: Imesh)
zoom-in-whitePerbesar
Kolam Kaca di depan Perpusatakaan Habibie dan Ainun (Foto: Imesh)
Puas melihat halaman, anak-anak menuju area rumah yang paling disukai Habibie: Perpusatakaan Habibie dan Ainun! Sebelum memasuki perpustakaan itu, rombongan harus melewati dua buah kolam kaca yang berisi puluhan ikan koi. Menarik sekali! "Kolam ini terpisahkan dengan jalan di tengah untuk menuju pintu utama perpustakaan, maksudnya seperti laut merah yang terbelah!"
Masuk ke bagian dalam perpusatakaan, suara-suara kagum dari anak-anak ini langsung terdengar. "Waaaah... bagus sekali perpustakaannya!", "Pasti koleksi bukunya ribuan. Atau jutaan?!" Seorang anak perempuan yang tampak berbinar-binar juga berkata pada temannya, "Seperti perpustakaannya Belle, ya!"
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kunjungan sejumlah siswa di kediaman B.J. Habibie (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Belle yang dimaksudnya adalah tokoh dalam kisah Beauty and The Beast besutan Disney. Tak heran, asitektur perpustakaan Habibie dan Ainun ini memang dirancang dengan gaya Eropa. Lengkap dengan lampu besar, lemari kayu yang memenuhi dinding dari lantai hingga langit-langit, pagar besi dan tangga putar yang menawan.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain dari perpustakaan juga terdapat miniatur pesawat dan foto-foto Ibu Ainun yang jadi memorabilia berharga. "Itu Eyang Putri, istri Eyang Habibie," bisik seorang anak pada temannya.
Yang dibisiki mengangguk, "Iya aku tahu. Pasti suka baca juga ya, seperti Eyang Habibie. Aku mau deh, punya perpustakaan seperti ini."