Kumparan Logo

Keuangan Keluarga Sedang Bermasalah, Perlukah Bicarakan ke Anak?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keuangan Keluarga Sedang Bermasalah, Perlukah Bicarakan ke Anak? Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Keuangan Keluarga Sedang Bermasalah, Perlukah Bicarakan ke Anak? Foto: Getty Images

Kondisi keuangan setiap keluarga bisa berbeda-beda. Saat keuangan keluarga sedang bermasalah, tak dimungkiri bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari. Orang tua jadi cenderung menutupi permasalahan ini dari anak-anak agar tidak mendapat pengaruh buruknya.

Tapi Moms, ternyata menutupi masalah keuangan bisa berdampak pada anggota keluarga yang lain. Orang tua perlu terbuka dan jujur apa adanya pada anak-anak. Apa alasannya?

"Meskipun Anda tidak ingin membebani anak dengan masalah orang dewasa, tetapi anak-anak bisa mengalami stres. Jadi berpura-pura sedang tidak ada masalah, padahal sebenarnya cara ini tidak akan membantu," ungkap Psikoterapis Amy Morin, LCSW, dikutip dari Parents.

Morin menyarankan penting bagi orang tua agar mau berbagi situasi dengan anak-anak, dengan harapan mau mengerti apa yang sedang terjadi. Tetapi perlu diingat, tidak perlu memberikan banyak informasi dan bicarakan dengan bahasa yang mudah dipahami si kecil. Jadi, bagaimana caranya untuk membicarakan masalah keuangan keluarga pada anak-anak?

Cara Bicara Masalah Keuangan Keluarga pada Anak

Cara Bicara Masalah Keuangan Keluarga pada Anak. Foto: Shutterstock

1. Ceritakan Penyebab Masalah Keuangan yang Terjadi

Dilansir iMom, cobalah untuk berbicara dengan anak-anak tentang apa yang menyebabkan terjadi masalah keuangan keluarga. Selanjutnya, jelaskan solusi yang sedang dilakukan orang tua untuk mengatasi permasalahan tersebut. Misalnya, sang ayah yang baru saja kehilangan pekerjaan, maka bisa dibicarakan seperti "Ayah sudah tidak bekerja lagi di kantor. Jadi, saat ini ayah sedang mencari pekerjaan lain, tetapi prosesnya mungkin memakan waktu lama. Jadi, kita bantu doa untuk ayah ya agar segera mendapat pekerjaan baru."

2. Diskusikan Perubahan Pengeluaran

Saat anggaran sedang bermasalah, itu artinya perlu ada perubahan pada gaya hidup dan pengeluaran keluarga sehari-hari. Bicaralah soal kemungkinan penghematan yang dilakukan, mulai dari bahan makanan, uang jajan, hingga rencana orang tua untuk mencari penghasilan tambahan. Jangan lupa, menjelaskan kondisi pada anak bisa membuat si kecil mau bekerja sama dengan penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan.

3. Libatkan Anak yang Sudah Lebih Besar dan Paham Masalah

Ilustrasi ibu bekerja yang pusing mengatur keuangan Foto: Shutterstock

Tidak ada salahnya membiarkan anak yang sudah lebih besar untuk mengetahui kondisi keuangan keluarga lebih detail, termasuk sumber pendapatan selama ini. Ini mengajarkan sekaligus memberikan pemahaman tentang perjuangan ayah ibunya dalam menafkahi keluarga. Hal ini sekaligus membentuk perasaan lebih realistis bahwa ada waktunya orang tua tidak bisa memenuhi keinginan anak-anaknya.

4. Fokus pada Hal-hal Positif yang Didapat

Ternyata, beberapa keluarga yang terpaksa melakukan penghematan demi membuat keuangan stabil bisa merasakan hal-hal tak terduga. Seperti misalnya, Anda jadi menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak dengan kegiatan-kegiatan sederhana tanpa harus keluar uang banyak. Ya Moms, hidup lebih sederhana tetap bisa berkesan, kan?

5. Yakinkan Masalah Bisa Diselesaikan Bersama

Bila memang ke depannya harus pindah rumah dan sekolah, jangan lupa untuk meyakinkan si kecil bahwa semua ini akan dijalani bersama dan semuanya akan baik-baik saja. Dengan begitu, anak akan lebih memahami bahwa tidak ada perubahan yang terjadi selama tetap bersama orang tuanya.

kumparan post embed

****

Ikuti program Master Class Batch 3, 3 hari pelatihan intensif untuk para pelaku UMKM, gratis! Daftar sekarang di LINK INI.