Keutamaan Puasa Ramadhan yang Dapat Dijelaskan pada Anak

Selain belajar menjalankan ibadah puasa, banyak hal yang bisa dipelajari anak selama bulan Ramadhan. Misalnya doa-doa, amalan baik, hingga keutamaan ibadah puasa Ramadhan itu sendiri.
Ya Moms, puasa Ramadhan memiliki banyak keutamaan yang perlu untuk dijelaskan pada anak. Dengan mengetahui keutamaan puasa Ramadhan, anak bisa jadi lebih bersemangat belajar menjalani ibadah ini.
Lantas apa saja keutamaan puasa Ramadhan yang dapat kita jelaskan pada si kecil? Berikut kumparanMOM merangkumnya dari berbagai sumber untuk Anda:
5 Keutamaan Puasa Ramadhan yang Dapat Dijelaskan pada Anak
1. Bulan pengampunan dosa
Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, sebab ini menjadi kesempatan manusia untuk bertaubat dan meminta ampun atas semua kesalahan yang pernah dilakukan. Berpuasa di bulan Ramadhan dapat menghapuskan segala dosa-dosa di masa lalu. Ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Pahala berlipat ganda
Segala ibadah dan amal kebaikan yang dilakukan selama bulan Ramadhan akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Misalnya, orang yang melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan sama dengan pahala haji seperti sabda Rasulullah.
فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّ
Artinya: “Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji.” (HR Bukhari)
Selain itu, sedekah yang dilakukan di bulan ramadhan juga merupakan sedekah yang paling baik di mata Allah.
أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ
Artinya: “Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
3. Terkabulnya doa
Bulan Ramadhan menjadi kesempatan bagi manusia untuk banyak berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Sebab, doa-doa yang dipanjatkan selama bulan ramadhan lebih mustajab dari hari-hari biasanya. Hal ini juga sesuai dengan hadis Rasulullah SAW:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Artinya: “Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya.” (HR Baihaqi)
4. Lailatul Qadar
Keutamaan bulan Ramadhan selanjutnya adalah adanya satu malam yang penuh dengan kemuliaan di akhir malam-malam Ramadhan, yaitu malam Lailatul Qadar. Malam ini dikatakan Rasulullah SAW lebih baik daripada seribu bulan, karena bertepatan dengan waktu diturunkannya Al Quran.
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad)
5. Mendapatkan syafaat
Ibadah puasa yang dilengkapi dan membaca Al Quran selama Ramadhan juga mempunyai keistimewaannya sendiri. Orang yang berpuasa di siang hari dan membaca Al Quran di malam hari akan mendapatkan syafaat di hari kiamat sesuai dengan sabda Rasulullah:
اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ
Artinya: “Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)
Penulis: Hutri Dirga Harmonis
