kumparan
10 Jun 2019 10:09 WIB

Langkah Mudah untuk Bantu Tingkatkan Prestasi Anak di Sekolah

Riset membuktikan, meningkatkan prestasi anak di sekolah tidak susah Foto: Shutterstock
Banyak orang tua yang pusing memikirkan bagaimana cara membantu meningkatkan prestasi anak di sekolah. Padahal ternyata, langkah yang perlu orang tua lakukan untuk ini tidak susah! Orang tua 'cuma' perlu memastikan anak-anaknya terbiasa tidur siang.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, sebuah studi terbaru dari University of Pennsylvania dan University of California, Irvine (UCI), menyebut kebiasaan tidur siang dapat meningkatkan suasana hati anak, menambah energi, dan performa akademiknya di sekolah.
Penelitian yang dilakukan terhadap 3.000 siswa kelas empat, lima, dan enam SD yang berusia 10 sampai 12 tahun, menunjukkan adanya hubungan antara tidur siang dengan kebahagiaan yang lebih besar, kontrol diri, perilaku bermasalah yang lebih kecil, dan kecerdasan intelektual (intelligence quotient/IQ) yang lebih tinggi.
Ilustrasi anak belajar di sekolah Foto: Shutterstock
Menurut pakar neurokriminolog yang juga menyusun laporan penelitian ini, Andrian Raine, temuan mereka menunjukkan adanya hubungan kuat antara tidur siang dengan prestasi akademik.
"Anak-anak yang tidur siang sebanyak tiga kali atau lebih per minggu, dapat memberikan peningkatan kinerja akademik sebanyak 7,6 persen pada siswa kelas 6," kata Raine, dilansir Medical Xpress.
ADVERTISEMENT
Sementara Jianghong Liu, seorang profesor kesehatan masyarakat yang juga penulis utama penelitian ini mengungkapkan, kekurangan tidur dan kantuk di siang hari dapat mempengaruhi efek kognitif, emosional, dan fisik, pada anak.
Kondisi tersebut sering terjadi di negara yang tidak memiliki budaya tidur di siang hari, seperti di Amerika Serikat (AS). Namun di China, kebiasaan ini tertanam pada kehidupan sehari-hari yang dilakukan hingga dewasa.
Ilustrasi anak kurang tidur Foto: Shutterstock
Melihat kondisi ini, Liu, Raine, dan para peneliti lain, melanjutkan riset yang didasarkan pada China Jintan Cohort Study, yang didirikan pada tahun 2004 dengan melibatkan 1.656 peserta pra-sekolah dan fokus pada penelitian yang mempelajari dampak paparan lingkungan pada neurobehavioural anak-anal.
Peneliti lain yang melanjutkan studi ini bersama Liu dan Raine adalah ahli biostatistika Rui Feng dari University of Pennsylvania, juga Sara Mednick yang sering melakukan penelitian perihal tidur dari University of California, Irvine.
Ilustrasi durasi tidur siang anak Foto: pixabay
Berdasarkan data analisis yang dilakukan terhadap 2.928 anak, para peneliti menyimpulkan frekuensi dan durasi tidur siang anak-anak dari kelas 4 hingga 6 SD, lalu hasil akhirnya disimpulkan saat mereka kelas 6 SD. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pengukuran psikologis seperti masalah perilaku, kebahagiaan, dan tindakan fisik termasuk indeks massa tubuh dan kadar glukosa.
ADVERTISEMENT
Penelitian juga melibatkan para guru untuk memberikan informasi perilaku dan akademik setiap siswa kepada para peneliti.
Informasi yang mereka dapat, lalu dianalisis dan dikaitkan dengan kebiasaan tidur siang, jenis kelamin, kelas, lokasi sekolah dari rumah, pendidikan orang tua, dan waktu tidur saat malam hari.
anak tidur siang Foto: Shutterstock
"Semakin banyak siswa tidur di siang hari, semakin besar manfaat tidur siang pada banyak tindak-tanduk mereka," kata Sara Mednick yang sering melakukan riset tentang tidur.
Melihat kondisi tersebut, Liu dan Raine bersama peneliti lainnya akan meneruskan penelitian selanjutnya untuk mengetahui sebab dan akibat yang menghubungkan prestasi akademik terhadap kebiasaan tidur siang. Para peneliti juga berharap hasil penelitiannya dapat memberikan informasi lebih lanjut terkait hubungan kebiasaan tidur siang dengan prestasi akademik remaja.
ADVERTISEMENT
Nah, bagaimana Moms? Siap untuk membiasakan anak tidur siang mulai tahun ajaran baru di bulan Juli nanti?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan