kumparan
20 November 2019 9:45

Lebih Baik Mana, Kerak di Kepala Bayi Dibersihkan atau Dibiarkan?

Bayi
Bayi Foto: Shutterstock
Kulit kepala bayi baru lahir biasanya bersisik, berminyak, atau bahkan timbul kerak kepala yang mirip dengan ketombe. Dalam medis, kerak di kulit kepala bayi itu disebut dermatitis seboroik infantil.
ADVERTISEMENT
Kerak ini merupakan lapisan tebal di kulit kepala bayi yang terbentuk akibat kelenjar minyak dan folikel rambut yang terlalu aktif bekerja, sehingga memproduksi minyak atau sebum berlebih. Selain itu, pengaruh hormon ibu yang ada di dalam tubuh bayi juga bisa menyebabkan munculnya kerak di kulit kepala si kecil.
Menurut Dr. Ian Holzman, Kepala Bagian Pengobatan Bayi Baru Lahir di Mount Sinai School of Medicine, New York, Amerika Serikat, cradle crap alias dermatitis seboroik infantil atau kerak kepala ini bukanlah penyakit berbahaya. Meski begitu sebagian orang tua kerap merasa risih dan ingin membersihkannya.
Tapi sebenarnya, lebih baik mana, kerak di kepala bayi dibersihkan atau dibiarkan ya, Moms?
Bayi Disisir
Ilustrasi Membersihkan Kerak Kepala Bayi Foto: Shutterstock
Dilansir dari laman Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), kerak kerak di kulit kepala bayi sebenarnya akan hilang ketika si kecil berusia 6 bulan hingga 1 tahun. Dermatitis seboroik infantil juga akan pergi seiring menghilangnya pengaruh hormon ibu.
ADVERTISEMENT
Meski kerak kepala bisa hilang seiring berjalannya waktu, Anda juga boleh membersihkannya. Walau begitu, jangan pernah membersihkannya dengan melepas secara paksa menggunakan tangan saat kepala bayi dalam kondisi kering! Hal tersebut justru bisa melukai kulit kepala si kecil dan menimbulkan risiko infeksi.
Lantas, bagaimana cara yang aman membersihkan cradle crap?
Bayi Disisir
Menyisir Rambut Bayi Foto: Shutterstock
Anda bisa mengoleskan kepala bayi menggunakan minyak sayur seperti: minyak zaitun atau minyak kelapa. Setelah itu, diamkan selama 15 menit kemudian keramas dan sikat memakai sisir khusus bayi yang memiliki bulu lembut. Kemudian, seminggu sekali Anda bisa menggunakan sampo khusus bayi untuk membersihkan sisa kerak tersebut.
Meski sudah dibersihkan, kerak di kulit kepala bayi sebenarnya masih mungkin muncul lagi. Hal ini disebabkan karena adanya kelenjar minyak yang memproduksi minyak secara berlebihan. Namun, bila kerak kepala tersebut datang kembali maka Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.
ADVERTISEMENT
Selain itu, apabila kerak kepala bayi memiliki tanda-tanda seperti mengeluarkan nanah atau darah, bayi terlihat tidak nyaman atau menangis karena gatal, kerak timbul di seluruh tubuh atau bagian sensitif, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan