Makanan yang Harus Ibu Hindari agar Bayi Tidak Alergi ASI

Air Susu Ibu (ASI) mengandung nutrisi dan segudang manfaat bagi kesehatan bayi. Meski begitu, 2-3% bayi ternyata menunjukkan reaksi alergi saat menyusu, Moms. Pada umumnya, reaksi itu muncul karena protein yang dikonsumsi ibunya.
Dalam sebuah penelitian yang dilansir Happy Family Organics, dari 100 bayi yang diduga mengalami alergi makanan, 65% di antaranya menunjukkan alergi terhadap produk susu. Sementara yang lainnya, mengalami alergi kacang tanah, gandum, hingga coklat.
Biasanya reaksi alergi ASI yang ditunjukkan pada bayi seperti timbulnya eksim seperti kulit bersisik, ruam merah di kulit, kemudian tinja berwarna merah, gatal-gatal, mengi, hidung tersumbat, muntah, bahkan diare.
Jika Anda melihat salah satu dari gejala-gejala ini, sebaiknya Anda mulai berhati-hati terhadap makanan yang berpotensi menjadi penyebab alergi. Berikut ini adalah beberapa makanan yang harus dihindari agar bayi tak alergi ASI.
1. Kafein
Kebanyakan ibu menyusui sebenarnya bisa mengkonsumsi kafein dalam jumlah sedang, yakni tak lebih dari 2-3 cangkir kopi. Walaupun tak ada bukti bahwa kafein akan mengurangi suplai ASI, tapi ini demi menghindari bayi Anda sensitif terhadap kafein. Tak hanya kopi, minuman berkafein seperti green tea, chai hitam, teh oolong, coklat, dan soda juga harus dibatasi.
2. Pemanis Buatan
Penelitian mengenai dampak pemanis buatan terhadap ASI memang masih kurang. Namun, para ibu menyusui direkomendasikan agar tak mengkonsumsi terlalu banyak pemanis buatan seperti sakarin. Pilihlah madu atau sirup maple sebagai pengganti gula.
3. Alkohol
American Academy of Pediatrics menyatakan bahwa konsumsi minuman beralkohol harus dibatasi bahkan dihentikan. Sebab terlalu banyak mengkonsumsi alkohol bisa mengurangi produksi ASI hingga menganggu perkembangan bayi Anda nantinya.
4. Ikan yang mengandung merkuri
Ikan atau seafood yang mengandung merkuri tinggi sebisa mungkin dihindari, Moms. Seperti ikan makarel raja, ikan todak, dan tilefish. Untuk ikan tuna, Anda masih bisa mengkonsumsinya namun harus tetap dibatasi yakni tak lebih dari 2 kali per minggu.
