Kumparan Logo

Manfaat Physical Play atau Permainan yang Libatkan Fisik bagi Anak

kumparanMOMverified-green

comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak PTR Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak PTR Foto: Shutterstock

Meski teknologi bisa memberi banyak manfaat, namun ada juga sisi negatif di dalamnya, terlebih bagi anak. Ya, duduk terpaku sambil menatap layar gadget, dapat membuat si kecil lupa waktu, malas bergerak, hingga dapat mengganggu penglihatannya.

Padahal, di masa tumbuh kembangnya itu, anak juga butuh banyak waktu dan kesempatan untuk mengeksplor berbagai hal. Misalnya melukis, olahraga, bermain alat musik, membaca, melompat, bermain dan lain sebagainya.

Katarina Ira Puspita, M.Psi selaku Psikolog Anak, menyarankan agar orang tua mengajak anak untuk melakukan physical play. Yakni aktivitas yang membuat buah hati menjadi lebih aktif dan melakukan kegiatan yang melibatkan motorik kasar dan halusnya, seperti: melompat, berlari, memanjat, meluncur, mengayun hingga menari.

Dirinya juga menambahkan bahwa physical play juga mempunyai beberapa manfaat yang bisa dilihat dari 4 sisi, yakni:

Fisik

Anak sehat Foto: Pixabay

Manfaat physical play yang pertama yaitu dilihat dari sisi fisik. Anak yang gemar melakukan aktivitas fisik biasanya lebih sehat, tulang dan otot lebih kuat, postur tubuhnya juga menjadi lebih baik.

Selain itu, dapat membuat jantung dan paru si kecil berfungsi lebih baik, kemudian koordinasi dan keseimbangan meningkat. Bahkan mampu menurunkan risiko obesitas tipe 2 dan jantung, Moms!

“Jadi kalau diabetes tipe 2 itu kan kebanyakan gula darah jadi dengan melakukan aktivitas fisik akan membantu gula darah lebih menurun sehingga risiko diabetes berkurang,”

“Anak yang bermain aktivitas fisik juga akan membantu kerja jantung karena dapat memompa darah ke otak secara lebih efektif. Ini juga akan membantu mengurangi risiko penyakit jantung,” sambungnya saat ditemui kumparanMOM dalam acara Houbii 3rd Anniversary di Houbii Adventure Park, beberapa waktu lalu.

Kognitif

Ilustrasi anak belajar menulis Foto: Shutterstock

Kemudian manfaat anak yang melakukan physical play dari segi kognitif adalah dapat meningkatkan perhatian, konsentrasi dan memori anak.

Katarina menjelaskan ada penelitian yang menemukan perbedaan area otak pada 2 anak. Yaitu ketika dua anak tersebut melakukan aktivitas yang berbeda: satu anak duduk selama 20 menit, sementara yang lain berjalan selama 20 menit.

Hasilnya menunjukan anak yang menghabiskan waktunya untuk duduk, maka beberapa area di dalam otaknya tidak aktif. Sementara untuk anak yang berjalan kaki, area otak yang terlihat aktif lebih banyak.

“Tapi kalau anak yang 20 menit berjalan, ada area otak yang aktif dan ini akan bantu anak-anak untuk bisa mengikuti pelajaran sekolah lebih baik,” katanya.

Sosial

Ilustrasi anak bermain bersama teman sebaya. Foto: Shutter Stock

Dampak sosial juga bisa didapatkan dari anak yang suka melakukan kegiatan fisik, Moms. Jadi ketika si kecil sedang bermain bersama dengan teman-temannya, ia akan mengajak kawannya untuk berbicara bahkan tertawa, alhasil ada interaksi sosial yang bertambah.

“Di sisi lain anak belajar buat berkomunikasi, misalnya kalau main gantian, sharing. Anak belajar empati satu sama lain dan juga kerja sama, itu manfaat sosial untuk pertumbuhan anak,” tutur Katarina.

Emosional

Anak bahagia Foto: Shutter Stock

Sementara dari sisi emosional, anak yang gemar bermain fisik biasanya lebih percaya diri. Jadi secara tak langsung, si kecil merasa kebanggaan dalam dirinya lebih meningkat.

Kemudian, hormon endorfin pada anak yang melakukan aktivitas fisik juga meningkat. Hormon endorfin adalah hormon kebahagiaan atau anti depresan yang membuat tubuh menjadi lebih rileks.

“Jadi kalau aktif bermain secara fisik, otomatis mood-nya lebih bagus, anaknya juga lebih rileks, lebih toleran terhadap stres artinya risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan lebih sedikit,” tutup Katarina.

Nah, mengingat manfaatnya ini, jangan lupa libatkan si kecil beraktivitas fisik ya, Moms.