Kumparan Logo

Masa Ovulasi Bikin Ibu Mudah Lelah, Apa Alasannya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masa Ovulasi Bikin Ibu Mudah Sakit, Apa Alasannya? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Masa Ovulasi Bikin Ibu Mudah Sakit, Apa Alasannya? Foto: Shutterstock

Masa ovulasi merupakan fase dalam siklus menstruasi yang penting bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan. Dalam fase ovulasi, sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium, dan inilah awal terjadinya pembuahan. Pada ibu yang sehat, ovulasi umumnya terjadi sebulan sekali dan umumnya beberapa minggu setelah menstruasi dimulai.

Tetapi, pernahkah Anda menyadari jadi mudah sakit di masa ovulasi? Mengapa kondisi ini bisa terjadi?

Alasan Masa Ovulasi Membuat Ibu Mudah Sakit

Dikutip dari laman Adore Fertility, proses ovulasi melibatkan serangkaian perubahan hormonal dan biasanya terjadi di tengah siklus menstruasi. Saat tubuh Anda siap berovulasi, tubuh Anda akan mengalami kadar hormon yang signifikan. Sehingga, ibu bisa mengalami yang dinamakan kelelahan ovulasi (ovulation fatigue).

Kelelahan ovulasi mengacu pada kondisi lelah yang tidak biasa, melainkan rasa lelah yang mendalam dan dapat memengaruhi aktivitas Anda sehari-hari. Ini terjadi karena hormon estrogen dan progesteron --dua hormon kunci dalam siklus menstruasi-- berfluktuasi secara signifikan pada periode ini. Selama masa ovulasi, ketika kadar estrogen yang meningkat dan sel telur tidak dibuahi, maka kadar progesteronnya juga meningkat.

Fluktuasi hormonal inilah yang kemudian memengaruhi tingkat energi Anda, sehingga menyebabkan perasaan lelah dan letih.

Meskipun terjadi akibat perubahan hormonal, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan kelelahan ovulasi. Misalnya, ibu mengalami stres, pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan kurang tidur.

Apa Saja Gejala yang Dialami Ibu dengan Kelelahan Ovulasi?

Ilustrasi ibu rumah tangga kelelahan. Foto: PR Image Factory/shutterstock

Gejala ovulasi dan kelelahan merupakan bagian dari respons alami tubuh terhadap ovulasi. Selain kelelahan, ada beberapa gejala ovulasi yang mungkin dialami oleh ibu, termasuk:

  • Nyeri panggul ringan

  • Perubahan lendir serviks

  • Muncul bercak

  • Peningkatan gairah seks

  • Nyeri payudara

  • Perut kembung

Tenang saja, Anda sebenarnya dengan mudah mengatasi kelelahan ovulasi, yaitu dengan memaksimalkan pola hidup sehat dan merawat diri. Berikut beberapa tipsnya:

1. Makan Sehat

Diet seimbang dengan konsumsi buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Makanan-makanan ini dapat memberi Anda energi selama beraktivitas.

2. Tetap Terhidrasi

Dehidrasi dapat memperburuk perasaan lelah yang Anda alami. Sehingga, pastikan minum cukup cairan sepanjang hari.

3. Olahraga Teratur

Aktivitas fisik dapat meningkatkan energi Anda dan membantu melawan kelelahan.

4. Prioritaskan Tidur

Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam. Bila pola tidur Anda buruk, maka dapat memperparah kelelahan yang dialami.

5. Praktikkan Manajemen Stres

Tingkat stres yang tinggi dapat memperburuk kelelahan. Beberapa olahraga yang dapat membantu mengelola stres, antara lain meditasi, yoga, atau teknik pernapasan.