Masalah Uang Suami vs Istri yang Bisa Jadi Pemicu Keributan Rumah Tangga
ยทwaktu baca 2 menit

Ada banyak hal yang bisa jadi pemicu keributan atau pertengkaran rumah tangga. Mulai dari gaya pengasuhan yang berbeda, tidak sepakat dengan pembagian peran antara suami dan istri, masalah dengan mertua atau keluarga besar, hingga masalah uang.
Ya Moms, menurut ahli keuangan, Charlene Rhinehart, masalah uang dapat menimbulkan konflik dalam relasi marital. Bahkan, pertengkaran tentang uang jadi pemicu perceraian yang paling umum.
Seperti dikutip dari Investopedia, Rhinehart menyebut, salah satu masalah yang kerap terjadi adalah ketika masing-masing pasangan memiliki penghasilan namun tidak menyepakati bagaimana membagi tagihan bersama dan mengalokasikan sejumlah uang untuk dibelanjakan bersama maupun untuk hal-hal yang sesuai dengan keinginan mereka.
Perencana keuangan, Samantha Silberstein, memiliki pendapat serupa dengan Rhinehart. Menurutnya, banyak pasangan sadar mereka perlu menyepakati bagaimana uang suami vs uang istri dikelola. Namun pada prosesnya, sering kali tidak semulus rencana.
Akhirnya, kondisi tersebut berdampak pada perencanaan keuangan jangka panjang, seperti membeli rumah atau mengamankan dana pensiun.
Lantas, bagaimana pendapat beberapa ibu terkait uang suami vs uang istri dalam perencanaan keuangan keluarganya?
Menurut Nabilla, ibu satu orang anak yang bekerja di perusahaan swasta, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan soal mengelola keuangan keluarga. Untuk memudahkannya mengatur keuangan keluarga bersama suami, ia punya tabungan. Namun di luar itu, ia dan suami juga punya tabungan masing-masing.
"Penting banget sih karena sebagai suami istri yang sama-sama bekerja, kita kan punya penghasilan masing-masing, dari awal menikah pun kita sudah sepakat punya tabungan bersama yang akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," jelas Nabilla.
Sementara menurut Tania, ibu rumah tangga yang memiliki satu anak, ada beberapa hal yang kadang membuat perencanaan keluarga kacau, salah satunya karena godaan belanja online.
"Solusinya, kalau ada uang masuk atau keluar, baik itu besar atau kecil, itu dicatat. Karena suatu saat misal ada cekcok dengan suami, jadi catatan itu semua ada," kata Tania.
Senada dengan Tania, Fatimah, yang merupakan ibu bekerja juga kerap tergoda untuk belanja online berlebihan, bila ada promo. Sehingga, ia kini mencoba untuk patuh dengan pos-pos keuangan yang sudah ditetapkan di awal bulan.
"Harus patuh pada pos-pos keuangan yang sudah ditetapkan di awal bulan, kan ada anggaran belanja. Nah harus patuh sama anggaran belanja jangan melampaui yang sudah ditetapkan," ujar Fatimah.
Nah Moms, bagaimana dengan Anda?
