Kumparan Logo

Meghan Markle Cerita Pengalaman Alami Preeklamsia Usai Persalinan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Meghan Marke. Foto: SUZANNE CORDEIRO/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Meghan Marke. Foto: SUZANNE CORDEIRO/AFP

Meghan Markle berbagi pengalaman tentang menjadi seorang ibu maupun wanita karier. Dalam sebuah podcast terbaru bersama pendiri Bumble, Whitney Wolfe Herd, Duchess of Sussex itu mengungkapkan pernah mengalami preeklamsia pascapersalinan.

Meghan bahkan menyebut pengalaman preeklamsia sebagai rasa takut yang sangat besar dan menakutkan.

"Kami berdua [bersama Wolfe] memiliki pengalaman yang sangat mirip --meskipun kami tidak saling mengenal saat itu-- dengan pengalaman pascapersalinan. Dan kami berdua mengalami preeklamsia pascapersalinan," tutur Meghan, dikutip dari People.

Meghan tetapi tidak menyebut kondisi preeklamsia pascapersalinan dialami ketika melahirkan putranya, Archie (5), atau putrinya Lilibet (3).

"[Kondisi] ini sangat langka dan menakutkan. Dan Anda masih mencoba melakukan semua [aktivitas] ini, dan dunia tidak tahu apa yang terjadi secara diam-diam. Dalam keheningan, Anda masih mencoba untuk hadir bagi orang lain, terutama bagi anak-anak, tetapi hal-hal tersebut merupakan ketakutan medis yang besar," ungkap Meghan.

Seperti dialami Meghan, benarkah ibu bisa mengalami preeklamsia bahkan setelah melahirkan?

Penjelasan Preeklamsia yang Dialami Ibu Setelah Melahirkan

Ilustrasi hipertensi saat hamil atau preeklamsia. Foto: Shutter Stock

Preeklamsia adalah kondisi di mana tekanan darah meningkat dan disertai dengan adanya protein di dalam urine. Umumnya, kondisi ini dialami ibu selama masa kehamilan hingga menjelang persalinan.

Tetapi, dalam beberapa kasus, preeklamsia juga bisa dialami bahkan setelah melahirkan.

Mengutip Mom Junction, preeklamsia setelah melahirkan atau postpartum preeklampsia lebih sering terjadi pada ibu yang mengalami hipertensi selama kehamilan. Postpartum preeklampsia terjadi dalam 48 jam pertama hingga enam minggu setelah melahirkan. Oleh karena itu, 48 jam pertama setelah melahirkan sering disebut sebagai masa kritis ibu.

Gejala postpartum preeklampsia mirip seperti preeklamsia selama kehamilan. Seperti tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, sakit kepala terus-menerus, penglihatan menjadi kabur, mual, muntah, dan penambahan berat badan secara drastis.

Hingga saat ini, penyebab pasti dari preeklamsia setelah melahirkan belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diyakini bisa meningkatkan risiko tersebut, yaitu:

  • Tekanan darah tinggi setelah minggu ke-20 kehamilan

  • Kegemukan

  • Hamil bayi kembar

  • Hamil di usia 20 tahun atau setelah 40 tahun

  • Faktor genetik

  • Operasi caesar

  • Diabetes

Gejala preeklamsia saat hamil. Foto: Shutter Stock

Cara Atasi Preeklamsia Setelah Melahirkan

Preeklamsia setelah melahirkan umumnya akan mereda dalam beberapa hari hingga minggu ke-12 setelah melahirkan. Bila Anda merasa sedang mengalaminya, coba lakukan beberapa cara berikut ini untuk membantu meredakan preeklamsia setelah melahirkan:

  • Makan makanan bergizi seimbang minimal 1.800 kalori sehari.

  • Sertakan biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran, dalam makanan sehari-hari.

  • Batasi asupan natrium.

  • Tambahkan sumber protein (kacang tanah, mentega, ikan, ayam), kalsium (keju, yogurt), vitamin C (daging, ikan, telur, kacang-kacangan) dalam makanan sehari-hari.

  • Minum air putih minimal 2 liter per hari untuk menjaga suplai ASI.

  • Kurangi konsumsi makanan olahan yang mengandung tinggi garam, gula, dan lemak jenuh.

  • Hindari minuman beralkohol.