Kumparan Logo

Membekukan Sel Telur, Solusi Baru bagi Kehamilan Sehat Masa Depan

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sel telur wanita. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sel telur wanita. Foto: Shutterstock

Membekukan sel telur demi memperbesar peluang kehamilan di masa depan menjadi tren fertilitas yang diminati dalam beberapa tahun terakhir. Di Inggris, jumlah wanita yang membekukan sel telur naik 11 persen pada 2017 dibandingkan tahun sebelumnya. Apa tujuannya ya, Moms?

Alasan utama wanita memutuskan untuk membekukan sel telur adalah mereka belum siap untuk memiliki anak pada saat itu. Entah karena belum ada pasangan, belum siap secara finansial, atau ingin mengejar karir. Namun mereka juga sadar kesuburan punya jam biologis.

Ya Moms, peluang untuk terjadinya pembuahan menurun secara bertahap setelah wanita melewati usia 35 tahun. Menurunnya kesuburan menjadi lebih cepat setelah usia 37 tahun.

“Banyak wanita membekukan sel telur, salah satu alasannya karena ingin mengejar karir. Jadi jika mereka ingin hamil di atas usia 35 tahun, mereka bisa menggunakan sel telur yang dibekukan untuk program bayi tabung,” papar Dr Eeson Sinthamoney, ahli fertilitas di Sunfert International Fertility Centre, Malaysia, saat ditemui kumparanMOM beberapa waktu lalu.

Membekukan sel telur secara medis disebut sebagai oocyte cryopreservation. Berbeda dengan membekukan embrio, prosedur ini tak membutuhkan sel sperma. Suatu saat jika akan digunakan, baru sel telur itu dipertemukan dengan sel sperma.

Mengutip Mayo Clinic, membekukan sel telur juga dimanfaatkan wanita yang khawatir suatu kondisi akan mempengaruhi kesuburannya. Misalnya, menderita anemia, lupus, atau akan menjalani perawatan medis seperti kemoterapi karena kanker. Artinya, membekukan sel telur bisa menjadi solusi bagi wanita yang ingin menjadi ibu atau punya anak lagi.

Ini yang Akan Anda Alami saat Hamil 4 Minggu Foto: Shutterstock

Bagaimana prosesnya?

Wanita yang ingin membekukan sel telurnya akan diberi suntikan hormon dan pil KB untuk menstimulasi ovarium mematangkan sel telur. Lewat prosedur ini, ovarium yang biasa mengeluarkan satu, jadi bisa mematangkan hingga 15 sel telur.

Sel telur yang sudah matang lalu diambil lewat jarum yang dimasukkan ke vagina. Semakin banyak sel telur yang diambil, semakin besar kesempatan hamil di masa depan.

Setelah itu sel telur akan dianalisis kondisinya, masih utuh atau rusak. Sel telur yang sehat akan dibekukan dalam cairan nitrogen di pusat kesuburan. Sel telur dapat dibekukan selama 5-10 tahun, bahkan lebih.

Namun “menitipkan” sel telur Anda di pusat fertilitas tentu tidak gratis. Ada biaya yang harus dibayarkan tiap tahun, selama Anda memutuskan untuk menyimpan sel telur itu. Di Malaysia misalnya, biaya penitipan sel telur sekitar 2000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 6,9 juta per tahun.

Jadi bagaimana Moms, tertarik untuk membekukan sel telur Anda?