Mom
·
10 Juni 2021 18:56
·
waktu baca 3 menit

Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan (46323)
Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan Foto: Freepik
Setelah melahirkan, Anda mungkin mengalami robekan pada perineum, sehingga perlu dijahit. Bagi beberapa ibu yang menjalani operasi caesar juga perlu mendapatkan jahitan di perutnya. Hal ini membuat dasar panggul melemah dan perineum pun meregang, Moms.
ADVERTISEMENT
Jadi setelah melahirkan, Anda mungkin tidak ingin mengejan lagi karena merasa sakit atau tidak ada tenaga untuk melakukannya. Tapi sayangnya, Anda perlu buang air besar (BAB), makanya tak heran jika BAB juga disebut sebagai ‘proses melahirkan ketiga’ usai bayi dan plasenta.
Selain itu, biasanya usai melahirkan, beberapa ibu akan mengalami masalah saat buang air besar, seperti sembelit bahkan diare. Menurut Dr. Christine Masterson, Kepala Layanan Wanita dan Anak-anak di Summit Medical Group di New Jersey, Amerika Serikat, masalah buang air besar memang sering terjadi pada ibu usai mereka melahirkan.
“Begitu banyak hal yang memengaruhi proses buang air besar usai melahirkan, termasuk hormon, apa yang Anda makan, dan seberapa banyak Anda minum. Infeksi, virus, atau reaksi terhadap antibiotik yang digunakan di rumah sakit juga dapat memengaruhi pergerakan usus Anda,” jelas dr. Masterson seperti dikutip dari Very Well Family.
ADVERTISEMENT
Lantas bagaimana sebaiknya mengejan saat BAB usai melahirkan? Ini beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat BAB Usai Melahirkan

Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan (46324)
Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan Foto: Freepik
1. Tetap Terhidrasi
Tidak minum cukup air dapat menyebabkan sembelit, Moms. Apalagi jika Anda menyusui, maka akan kehilangan volume cairan untuk produksi ASI dan sangat rentan terhadap dehidrasi. Jika sudah sembelit, Anda pun akan sulit BAB.
Usahakan minum 8 sampai 10 gelas air putih setiap hari. Cairan hangat seperti teh herbal juga bisa membantu. Kemudian, Anda juga bisa mengonsumsi makanan berserat yang akan menyerap air yang Anda minum. Ini membuat kotoran menjadi lebih lembut dan mudah dikeluarkan.
2. Jangan Abaikan Keinginan untuk BAB
Meskipun Anda mungkin takut merasakan sakit saat mengejan untuk BAB, namun menahannya juga hanya akan membuat kotoran menjadi lebih keras. Ini karena tubuh Anda akan menyerap air dari kotoran. Jadi cobalah untuk tetap pergi ke kamar mandi jika merasa mulas, tetapi jangan mengejan terlalu kuat atau nanti Anda bisa wasir.
Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan (46325)
Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan Foto: Freepik
3. BAB sambil jongkok
ADVERTISEMENT
Jika di rumah Anda menggunakan kloset duduk, cobalah untuk BAB dalam posisi jongkok. Anda bisa menaruh siku tangan di lutut dan condongkan tubuh ke depan.
Posisi jongkok tersebut akan membuat kotoran lebih mudah keluar dari tubuh. Apabila Anda tetap duduk tegak ketika BAB, akan lebih sulit untuk Anda mengejan dan juga mempersulit kotoran keluar.
4. Atur napas
Coba mengatur napas saat Anda sedang BAB, Moms. Mengutip Healthline, jangan melakukan pernapasan yang sama seperti sedang melahirkan, yaitu dengan menarik napas, menahannya, lalu mengejan.
Sebagai gantinya, coba tarik napas dan mulailah mengejan dengan lembut sembari terus menerus mengembuskan napas. Namun tetap hati-hati ya, apalagi jika Anda memiliki jahitan di perineum.
Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan (46326)
Mengejan saat BAB Usai Melahirkan, Ini yang Perlu Diperhatikan Foto: Freepik
5. Berjalan
ADVERTISEMENT
Berjalan mungkin tampak sedikit menakutkan, terutama jika Anda baru pulih dari operasi caesar. Namun dengan berjalan dalam kecepatan lambat, dapat membantu menggerakkan usus Anda, Moms. Hanya saja jika Anda baru selesai operasi caesar, sebelum berolahraga atau berjalan, Anda harus mendapatkan izin dari dokter.