Mengenal Acrocyanosis, Perubahan Warna Kulit pada Bayi
ยทwaktu baca 2 menit

Moms, kulit bayi memang tidak semulus yang dibayangkan, terutama pada bayi baru lahir. Sebab, ada beberapa bayi yang mempunyai kulit berwarna merah keunguan, tetapi akan memudar seiring bertambahnya usia.
Di samping itu, ada juga bayi yang mengalami perubahan kulit menjadi ungu kebiruan yang disebabkan oleh kurangnya oksigen di dalam tubuh. Kondisi ini disebut sebagai sianosis. Jika kondisi ini terjadi di sekitar mulut, telapak tangan, dan telapak kaki, maka disebut acrocyanosis.
Mengutip Mom Junction, acrocyanosis pada bayi dapat terjadi karena perubahan vasomotor jinak (saraf yang mengatur pelebaran atau penyempitan pembuluh darah atau peredaran darah), tetapi bisa sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Namun dalam beberapa kasus, kondisi tersebut juga bisa disebabkan karena masalah kesehatan lainnya, Moms.
Sementara itu, kebanyakan bayi baru lahir mengalami acrocyanosis selama 24 hingga 48 jam setelah lahir. Penyebabnya adalah pola peredaran darah yang baru di tubuh bayi. Darah dan oksigen beredar ke organ vital, seperti otak, paru-paru, dan ginjal. Begitu sirkulasi darah bayi mulai menyesuaikan diri, maka acrocyanosis akan hilang. Mungkin bisa muncul kembali ketika bayi kedinginan setelah mandi, tetapi akan hilang dengan sendirinya.
Penyebab Acrocyanosis pada Bayi
1. Acrocyanosis primer
Penyebab pasti acrocyanosis primer tidak diketahui secara pasti. Pada bayi baru lahir, perubahan sirkulasi darah mungkin bisa menjadi penyebab utama. Sebab, penyempitan pembuluh darah menghambat distribusi oksigen di dalam tubuh.
2. Acrocyanosis sekunder
Acrocyanosis sekunder biasanya terjadi karena terdapat kondisi yang mendasarinya. Beberapa di antaranya:
Sindrom down
Hipoksemia
Penyakit jaringan ikat
Neoplasma
Penyakit pembuluh darah perifer
Malnutrisi
Gangguan darah
Paparan racun
Infeksi
Dermatitis atopik
Cedera saraf tulang belakang
Kelainan jantung bawaan
Gejala Acrocyanosis pada Bayi
Perubahan warna kulit menjadi kebiruan dan tidak disertai rasa nyeri pada bagian tangan dan kaki adalah gejala umum dari penyakit ini. Gejala tersebut biasanya juga disertai dengan:
Bagian tangan dan kaki mungkin terasa dingin.
Perubahan warna kebiruan terdistribusi secara simetris.
Pembengkakan jari.
Meningkatnya produksi keringat di tangan dan kaki.
Lengan bagian bawah, telinga, bibir, hidung, atau puting terkadang mengalami perubahan warna.
