Kumparan Logo

Mengenal Anovulasi pada Wanita yang Bisa Menghambat Kehamilan

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi wanita mengalami anovulasi. Foto: Faisal Rahman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita mengalami anovulasi. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Ovulasi adalah salah satu proses fisiologis yang penting sebelum terjadinya kehamilan. Ya Moms, pada saat itu, sel telur yang sudah matang akan dilepaskan dari ovarium kemudian berjalan ke tuba falopi untuk dibuahi. Umumnya, ovulasi terjadi sekitar 12-14 hari sebelum periode menstruasi datang.

Sayangnya, beberapa wanita mungkin tidak berovulasi meski periode menstruasinya teratur. Nah, kondisi ini kemudian disebut dengan anovulasi, di mana sel telur tidak dilepaskan dari ovarium saat waktunya tiba. Ahli Obstetri dan Ginekologi, dr. Monica Agarwal, MD menjelaskan, anovulasi bisa disebut kronis jika terus berlanjut hingga satu tahun atau lebih, seperti dikutip dari Mom Junction.

Penelitian menunjukkan, anovulasi kronis merupakan penyebab umum infertilitas pada wanita yang kemudian menghambat kehamilan. Lantas, apa yang menyebabkan wanita tidak berovulasi?

Penyebab Anovulasi yang Menghambat Kehamilan

Ilustrasi wanita mengalami anovulasi. Foto: ViDI Studio/Shutterstock

Beberapa hormon berperan dalam setiap periode ovulasi seperti, gonadotropin-releasing hormone (GnRH), follicle-stimulating hormone (FSH), dan luteinizing hormone (LH). Ketidakseimbangan hormon tersebut dapat menyebabkan masalah pada proses ovulasi hingga terjadinya kegagalan pelepasan sel telur.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan wanita mengalami anovulasi seperti dikutip dari Women and Infants berikut ini:

Obesitas

Berat badan yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan kimiawi di dalam tubuh jika terjadi kelebihan hormon androgen, yaitu hormon yang semestinya lebih banyak ditemukan pada laki-laki. Namun, dalam beberapa kasus, wanita bisa mengalami kelebihan hormon androgen terutama jenis testosteron yang dapat menyebabkan masalah ovulasi.

Stres

Stres berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang diperlukan untuk ovulasi. Stres juga sering kali membuat periode menstruasi tidak teratur, sehingga terjadi masalah ovulasi.

kumparan post embed

PCOS

Sindrom ovarium polikistik (PCOS) merupakan kondisi yang bisa mempengaruhi 1 dari 10 wanita usia subur. Penderita PCOS memiliki kista berukuran kecil di dalam rahim dan mengalami kelebihan hormon androgen (hormon pria). Kista dan peningkatan hormon androgen ini membuat telur di dalam ovarium tidak berkembang sehingga terjadi anovulasi.

Kurang asupan kalori

Kekurangan asupan kalori menyebabkan seseorang memiliki berat badan lebih rendah. Hal ini bisa membuat Anda mengalami masalah ovulasi, Moms. Oleh karena itu, bila Anda sedang berencana untuk hamil, sebaiknya lakukan pola makan sehat dan teratur agar keseimbangan hormon dalam tubuh terjaga.