Mengenal Baby Led Weaning, Metode MPASI Bayi yang Digunakan Nikita Willy

15 Oktober 2022 14:01
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Nikita Willy Foto: Instgaram @nikitawillyofficial94
zoom-in-whitePerbesar
Nikita Willy Foto: Instgaram @nikitawillyofficial94
ADVERTISEMENT
Saat usianya memasuki enam bulan, bayi disarankan untuk mulai diberikan MPASI. Sebab, dengan ASI atau susu formula saja, kebutuhan nutrisi harian si kecil akan kurang terpenuhi. Pemberian MPASI kepada bayi ini juga sudah mulai dijalani pesinetron Nikita Willy dan sang suami, Indra Priawan.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, putra kecilnya yang kerap disapa baby Izz kini sudah berusia enam bulan dan mulai memberikan MPASI. Namun, pola pemberian MPASI yang dilakukan wanita berusia 28 tahun itu tengah menjadi sorotan warganet. Sebab, Nikita memberikan makanan utuh sebagai menu MPASI bayinya, dua di antaranya adalah paha ayam dan udang. Padahal, dalam panduan pemberian MPASI, porsi makanan semestinya dibuat tekstur bubur atau puree.
Unggahan Instastory Nikita Willy.  Foto: Instagram/@nikitawillyofficial94
zoom-in-whitePerbesar
Unggahan Instastory Nikita Willy. Foto: Instagram/@nikitawillyofficial94
Menanggapi hal tersebut, Niki menjelaskan bahwa dirinya menggunakan metode Baby Led Weaning (BLW) dengan alasan mobilitas travelling yang cukup sering dilakukannya. Ia berharap, melalui metode tersebut putra kecilnya tetap bisa menikmati makanannya, serta aktivitas orang tua tidak terganggu.
“6 bulan kurang 1 minggu Izz starts makan pastinya dengan izin dokter anak. Karena kita selalu travel jadi kita putuskan untuk menggunakan metode BLQ (baby led weaning) agar Izz bisa enjoy makan sama kita di meja makan dan kita gak harus repot bikin bubur apalagi saat bepergian,” tulis wanita yang akrab disapa Niki itu dalam unggahan di Instagram story-nya, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
Hal ini tentunya menimbulkan pro dan kontra dari berbagai kalangan. Pasalnya, pada usia tersebut, bayi belum mempunyai kemampuan untuk mengunyah dan menelan makanan dengan baik. Salah satu risiko penyakit yang dikhawatirkan dapat terjadi adalah terganggunya sistem pencernaan bayi.
Ilustrasi metode BLW. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi metode BLW. Foto: Shutterstock
Meski demikian, Niki mengungkap bahwa dirinya sudah mencari informasi seputar metode BLW dari berbagai sumber, mulai dari mengikuti workshop hingga membaca buku tentang BLW sebelum menerapkan metode tersebut.
“Aku ikut workshop untuk BLW, virtual course, dan baca buku baby led weaning supaya yakin untuk menerapkan metode tersebut. Kita baru pemula jadi sampai sekarang juga masih belajar,” ungkap Niki.
Nah Moms, apakah Anda sudah pernah mendengar metode BLW? Jika belum, simak penjelasan berikut ini, yuk!
ADVERTISEMENT

Mengenal Metode BLW untuk MPASI Bayi

bayi makan brokoli kukus Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
bayi makan brokoli kukus Foto: Shutterstock
Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), metode BLW merupakan metode yang memperbolehkan bayi memilih dan memakan sendiri semua makanannya sejak awal MPASI. Bukan hanya itu, metode ini juga memberi kebebasan untuk bayi menggenggam makananya sendiri, jumlah yang akan dimakan, hingga waktu untuk menghabiskannya.
Maka dari itu, tak heran jika metode ini banyak menimbulkan perdebatan bila diterapkan pada awal MPASI bayi. Sebab, bayi yang diberikan MPASI menggunakan metode BLW berisiko mengalami kekurangan nutrisi karena cenderung menentukan sendiri jenis dan jumlah makanan yang ingin dimakan. Seringkali apa yang dipilih bayi cenderung tidak dapat memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, dan zat besi. Bahkan, pemberian MPASI melalui metode BLW juga dapat meningkatkan risiko bayi tersedak.
Ilustrasi bayi tersedak saat makan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi tersedak saat makan. Foto: Shutter Stock
Namun, mengutip Health Cleveland Clinic, sebagian juga beranggapan bahwa metode BLW dapat mendorong bayi untuk merasakan berbagai macam tekstur dan rasa makanan. Metode BLW juga memiliki sejumlah manfaat dan keuntungan bagi bayi dan keluarga, beberapa di antaranya adalah:
ADVERTISEMENT
  • Menghemat waktu dan uang karena makanan yang dimakan bayi sama seperti yang dimakan keluarga
  • Melatih interaksi sosial bayi dengan orang lain
  • Bayi bisa melihat dan mencontoh cara mengunyah dan menelan dari orang di sekitarnya
  • Mengasah keterampilannya sendiri, seperti mengendalikan makanan yang ada di dalam mulut
Oleh karena itu, sebelum Anda ingin mencoba mempraktekannya kepada bayi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui metode yang tepat. Ibu dan ayah juga perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini sebelum memberikan MPASI dengan metode BLW pada bayi.
  • Bayi sudah bisa menegakkan badannya dan menahannya selama proses makan berlangsung.
  • Bayi harus selalu didampingi saat pemberian makan.
  • Memperkenalkan makanan yang mudah digenggam oleh bayi, biasanya dalam bentuk finger food atau sebesar jari orang dewasa.
  • Pastikan makanan yang diberikan cukup lembut, sehingga mudah hancur di mulut
  • Hindari makanan yang berisiko menyebabkan bayi tersedak.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020