Mengenal Bisu Selektif yang Bisa Terjadi pada Anak
·waktu baca 3 menit

Pernahkah Anda melihat anak yang tidak mau berbicara di situasi tertentu? Bila ya, bisa jadi ia mengalami gangguan selective mutism atau bisu selektif. Hal ini lebih umum terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa.
Mengutip Very Well Family, bisu selektif adalah salah satu gangguan kecemasan yang membuat anak tidak dapat berkomunikasi dalam situasi tertentu, tetapi mampu berbicara di situasi lainnya. Gangguan ini paling sering terjadi selama masa kanak-kanak, terutama saat di sekolah.
Gangguan ini lebih dari sekadar kecemasan sosial atau rasa malu. Secara fisik, anak dengan bisu selektif tidak mampu berbicara saat berada di lingkungan tertentu, seperti di kelas, taman bermain, atau daycare.
Meski umum terjadi, anak dengan bisu selektif dapat mengalami komplikasi sosial, seperti sulit berinteraksi dan beradaptasi, hingga mengalami gangguan akademik. Lalu, seperti apa gejalanya?
Gejala Anak Alami Bisu Selektif
Menurut Holly Schiff, MD, Psikolog Klinis di Layanan Keluarga Yahudi Greenwich di Connecticut, anak yang mengalami bisu selektif mungkin akan diam dengan tiba-tiba, berekspresi datar, menghindari kontak mata, gugup, dan gelisah.
Ya Moms, biasanya hal itu terjadi karena si kecil merasa tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan, beberapa anak kerap merasa tidak bebas dan sulit bergerak untuk melakukan aktivitas lain.
“Mereka biasanya nyaman berbicara dengan bebas di rumah bersama keluarga, tetapi menjadi nonverbal di tempat umum atau di sekitar orang asing,” kata Dr. Schiff, masih dikutip dari Very Well Family.
Namun, ciri-ciri bisu selektif setiap anak bisa berbeda-beda. Beberapa anak mungkin dapat dengan mudah berbicara dengan anak yang seusianya, tetapi tidak dengan orang dewasa seperti guru. Mungkin juga anak bisa merasa nyaman saat berbicara dengan anggota keluarga terdekat saja, tetapi tidak dengan keluarga besar lainnya. Oleh karena itu, penting untuk orang tua selalu memperhatikan gerak-gerik anak saat berada di lingkungan sosialnya.
Penyebab Bisu Selektif pada Anak
Menurut Dr. Schiff, belum diketahui penyebab utama dari gangguan kecemasan ini. Namun, ada beberapa karakteristik tertentu yang dicurigai menjadi pemicunya.
“Hal ini (dicurigai) terkait dengan kecemasan sosial, rasa malu, dan sifat temperamen saat anak menghindari situasi di mana mereka harus berbicara. Perilaku menghindar ini diperkuat dari waktu ke waktu,” jelasnya.
Namun, menurut Anton Scherbakov, MD, Psikolog Klinis berlisensi di Pusat Kesehatan Emosional Philadelphia Raya, faktor lingkungan dan genetik memiliki peran dalam penyebab anak menjadi bisu selektif.
“Anak-anak yang orang tuanya mengalami kecemasan signifikan (terutama dalam lingkungan sosial) mungkin berisiko lebih tinggi mengalami gangguan mutisme selektif. Orang tua yang sangat menghambat atau protektif berlebihan secara sosial mungkin juga bisa menyebabkan bisu selektif melalui efek pola asuh dan pembelajaran,” terang Dr. Scherbakov, masih dari sumber yang sama.
Oleh karena itu, jika Anda mencurigai si kecil mengalami bisu selektif, segera bawa ke dokter spesialis anak ahli tumbuh kembang anak, psikolog, atau ahli patologi wicara bahasa. Hanya saja, untuk memenuhi kriteria diagnosis, anak harus mengalami hal tersebut setidaknya selama satu bulan, dan berisiko mengganggu kegiatan akademik atau interaksi sosialnya.
