Kumparan Logo

Tips Atasi Kecemasan Anak di Sekolah

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi anak mengalami kecemasan di sekolah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi anak mengalami kecemasan di sekolah. Foto: Shutterstock

Beberapa anak mungkin merasa cemas sebelum berangkat atau saat sedang berada di sekolah. Mengutip Verywell Family, kecemasan di sekolah umumnya bermula dari rasa takut dan khawatir, kemudian terjadi secara terus-menerus.

Jika tidak segera diatasi, kecemasan tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan umum (anxiety disorder), gangguan atau serangan panik (panic attack atau panic disorder), hingga fobia.

Selain berkembang menjadi masalah kesehatan mental, kecemasan pada anak juga dapat mempengaruhi kinerjanya di sekolah. Anak mungkin akan mengalami kesulitan dalam proses belajar, sering mengeluh sakit, sering merasa lelah, sulit berkonsentrasi, jarang bicara, hingga menolak sekolah.

Nah Moms, berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat Anda lakukan untuk mengatasi kecemasan anak di sekolah sebagaiman dikutip dari Verywell Family.

Tips Mengatasi Kecemasan Anak di Sekolah

Ilustrasi Ibu menenangkan anak yang merasa cemas. Foto: Shutter Stock

1. Cari Tahu Apa yang Dihadapi Anak

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tahu apa yang sedang dihadapi anak di sekolah yang menyebabkan si kecil mengalami kecemasan. Ya Moms, penyebab tersebut bisa beragam, mulai dari masalah yang dialami anak di sekolah hingga kesehatan mental yang terganggu.

2. Ajak Bicara

Beberapa anak mungkin merasa tidak enak mengeluhkan tentang sekolahnya pada orang tua karena takut dianggap gagal. Untuk itu, Anda perlu berinisiatif untuk mengajak si kecil bicara, Moms. Tanyakan tentang perasaan anak di sekolah, hal ia sukai di sekolah, masalah yang ia hadapi di sekolah, dan lain sebagainya. Lakukan cara ini secara perlahan sampai anak luluh dan mau bercerita.

3. Hadapi dengan Tenang

Ilustrasi ibu mengobrol dengan anak. Foto: Thinkstock

Meskipun Anda mungkin khawatir dengan kondisi si kecil, sebisa mungkin kendalikan diri Anda dan tetap tenang dalam menghadapinya, Moms. Terlebih saat Anda memberikan pendapat, ucapkan kata-kata yang positif dan membangun. Komentar yang negatif berisiko memperburuk kondisi si kecil.

4. Tanyakan Kondisi Anak pada Guru

Anda mungkin bisa meluangkan waktu untuk bertemu dengan guru anak di sekolah, terutama wali kelas. Ya Moms, wali kelas mungkin menjadi pihak yang mengetahui kondisi dan perkembangan anak di sekolah. Anda mungkin bisa bertanya tentang seperti apa keseharian anak di sekolah, bagaimana hubungannya dengan teman-temannya, dan perkembangan nilai pada setiap mata pelajaran.

5. Libatkan Profesional

Jika Anda menemukan tanda-tanda masalah kesehatan mental, Anda mungkin bisa meminta bantuan psikolog. Katakan pada anak bahwa ia bisa bebas bercerita atau meluapkan perasaannya pada psikolog. Konsultasikan juga tentang pengobatan atau terapi yang mungkin dibutuhkan untuk membantu anak kembali ceria lagi seperti sedia kala.

kumparan post embed