Mengenal Fenomena Bayi Kembar Hilang Dalam Kandungan

Banyak orang menganggap bayi kembar sangat menggemaskan dan ingin memilikinya. Padahal, hamil bayi kembar dihantui sejumlah risiko. Selain berpeluang lebih besar untuk melahirkan bayi prematur, mengandung bayi kembar juga berisiko terkena vanishing twin syndrome (VTS) atau sindrom menghilangnya salah satu bayi di dalam kandungan. Kok bisa, ya?
VTS merupakan jenis keguguran. Pada wanita yang mengandung bayi kembar dua, tiga atau lebih, salah satu bayinya bisa hilang dari kandungan karena keguguran. Mengutip laman American Pregnancy, kasus VTS pertama kali dikenali pada 1945.
Kenapa fenomena ini disebut sebagai sindrom bayi kembar menghilang? Sebab jaringan janin yang meninggal biasanya tidak perlu dikeluarkan dari rahim ibu karena diserap oleh bayi kembar lainnya, oleh plasenta, atau tubuh ibu. Bayi kembar itu seperti hilang begitu saja.
VTS dapat diidentifikasi lewat USG. Kehadiran bayi kembar dalam kandungan bisa Anda ketahui mulai trimester pertama kehamilan.
Pada USG pertama, sekitar usia kehamilan 6-7 minggu dokter mengidentifikasi adanya dua janin. Lalu pada kunjungan selanjutnya, hanya ada satu detak jantung janin yang bisa dideteksi dan hasil USG pun menunjukkan hal yang sama. Jika mengalami ini, artinya Anda terkena VTS.
Menurut penelitian, VTS terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu. Secara statistik, VTS terjadi pada sekitar 36 persen kehamilan dengan dua bayi dan 50 persen kehamilan dengan tiga bayi atau lebih.
Artinya, fenomena ini memang umum terjadi pada kehamilan bayi kembar, Moms. Penyebab VTS seringnya tidak diketahui. Berdasarkan analisis plasenta atau jaringan bayi yang keguguran mengungkapkan kelainan kromosom menjadi penyebab menghilangnya salah satu bayi dari kandungan. Implantasi tali pusar juga kerap menjadi alasan.
Bila bayi kembar menghilang pada trimester pertama, hal ini umumnya tidak berisiko bagi ibu ataupun bayi yang bertahan hidup. Baik ibu hamil maupun bayi di dalam kandungan tak perlu penanganan khusus. Namun bila terjadi pada trimester kedua atau ketiga, kematian janin kembar ini membuat kehamilan Anda dianggap berisiko tinggi.
Oleh karena itu bila Anda mengandung bayi kembar dan merasakan pendarahan, kram perut, dan nyeri panggul, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter, Moms.
